Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MENGUBUR Masa Depan di Ujung Pena: Ketika HARAPAN Menjadi BARANG MEWAH di NTT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Sejatinya, anak ini tidak ingin mati. Ia hanya kehilangan alasan untuk terus hidup. Secara medis, manusia mungkin bisa bertahan tanpa makan hingga satu-dua bulan, tanpa minum 1-2 minggu.

Secara sains, rekor penyelam dunia membuktikan manusia bisa tidak bernapas hingga 29 menit. Namun, sejarah mencatat: manusia yang kehilangan harapan sesungguhnya sudah mati sebelum fisiknya terkubur.

Ketika seorang anak duduk di kelas tanpa perlengkapan sekolah, rasa percaya dirinya luruh perlahan. Saat rasa malu itu bermutasi menjadi keputusasaan, saat itulah tragedi lahir.

Baca Juga :  JPU Tuntut 15 Tahun Penjara ‘Dikebiri’ HAKIM 7 Tahun Saja

Memperbaiki Sistem yang Patah

Tragedi ini adalah alarm keras. Masih banyak keluarga kita yang hidup dalam kegelapan kemiskinan ekstrem. Pemerintah tidak boleh lagi bekerja dengan cara-cara biasa. Kehadiran negara harus dirasakan melalui program pengentasan kemiskinan yang presisi dan fokus.

Baca Juga :  Ketika LAMPION Menjadi CAHAYA UMKM, Budaya, dan HARMONI yang Menyatukan KEBERAGAMAN

Pertama, urusan data adalah urusan nyawa. Pendataan ulang harus menjangkau pelosok terdalam yang tak terjamah sinyal. Seringkali bantuan salah sasaran karena data yang tidak terhubung.

Kita butuh integrasi data kemiskinan dan pendidikan yang solid, agar setiap anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan perlengkapan sekolah—buku, alat tulis, seragam—secara berkelanjutan, bukan sekadar bantuan insidentil untuk pencitraan.

Baca Juga :  TIDAK Ada AMPUN Bagi ASN dan PENGUSAHA Untuk LALAI PAJAK

Kedua, birokrasi jangan menjegal empati. Pemerintah daerah wajib menyediakan dana sosial respons cepat.

Jika ada keluarga miskin ekstrem yang sedang terjepit, bantuan harus tiba dalam hitungan hari, bukan bulan. Kemiskinan tidak bisa menunggu selesainya prosedur administrasi yang berbelit.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri.