Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MENGUBUR Masa Depan di Ujung Pena: Ketika HARAPAN Menjadi BARANG MEWAH di NTT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Oleh: *) dr. Christian Widodo

Citra News.Com, KUPANG- DI SEBUAH sudut Nusa Tenggara Timur yang sunyi, seorang anak memutuskan untuk berhenti bernapas. Ia tidak menyerah karena deru peluru perang, bukan pula karena wabah penyakit atau amukan bencana alam.

Ia mengakhiri hidupnya karena sebuah alasan yang seharusnya remeh di telinga kita: ibunya tak mampu membelikan sebuah buku dan sebatang bolpoin.

Baca Juga :  Program NYATA di Ujung JANJI Christian Serena Melabuhkan Liang KUBUR GRATIS

Di saat kita yang di kota sibuk berdebat tentang fluktuasi IHSG, lonjakan harga emas, hingga gegap gempita kecerdasan buatan (AI), ada anak-anak di pelosok rahim bumi Flobamora yang harus bertarung melawan rasa malu hanya untuk sekadar belajar.

Tragedi ini bukan sekadar berita duka; ini adalah tamparan keras bagi nurani kita. Ini adalah gugatan bagi kita, terutama pemerintah: sejauh mana negara benar-benar hadir melindungi hak paling mendasar warganya?

Baca Juga :  Dari KELUARGA Maumere Untuk KOTA Kupang Merajut PERSAUDARAAN Menyemai HARAPAN (Seri-1)

Kemiskinan Bukan Sekadar Angka

Bagi saya, kemiskinan bukan sekadar deretan statistik di atas meja rapat. Kemiskinan itu nyata. Ia tidur di ranjang tanpa selimut, ia menganga di dapur yang tak berberas, ia gelap di rumah tanpa listrik, dan ia membisu di sekolah dalam tas yang kosong dari alat tulis.

Baca Juga :  Ketika LAMPION Menjadi CAHAYA UMKM, Budaya, dan HARMONI yang Menyatukan KEBERAGAMAN

Bunuh diri yang dipicu kemiskinan adalah sebuah akumulasi dari kegagalan kolektif. Kita gagal menyediakan jaring pengaman bagi mereka yang paling rentan, dan kita belum cukup tangguh dalam memberdayakan ekonomi keluarga-keluarga di garis bawah.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri.