Kerja-kerja jurnalistik, tambah Melky, bukan hanya soal berita, tetapi juga soal tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Di balik apresiasi yang disampaikan, Gubernur Melky juga menitipkan harapan besar. Menurut dia, profesionalitas, objektivitas, netralitas, dan independensi harus tetap menjadi fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Namun, itu saja belum cukup. Ia menegaskan pentingnya sikap kritis dalam mengawal pembangunan.
“Rekan-rekan pers harus terus menjunjung tinggi profesionalitas dan tetap kritis. Supaya program-program pemerintah bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya.
Kritik Bukan Ancaman
Dalam pandangannya, kritik bukanlah ancaman, melainkan cermin bagi pemerintah untuk terus berbenah.
Pers, kata Melky, adalah alat kontrol sosial yang membantu memastikan kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat. Di saat yang sama, ia juga mengajak media untuk berada di garis depan dalam memerangi hoaks dan disinformasi.
“Pers harus menjadi garda terdepan dalam melawan berita bohong, membangkitkan optimisme, dan menjadi akselerator perubahan,” tambahnya.
Tak hanya soal politik dan pemerintahan, Melky juga menyoroti peran strategis pers dalam bidang ekonomi. Menurutnya, media memiliki kekuatan besar dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama melalui promosi produk lokal.
“Pers berperan mendorong UMKM dan IKM, mempromosikan produk daerah, serta memberikan pemahaman tentang kebijakan ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.












