Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pembangunan Pastori II, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen membantu pembangunan melalui usulan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan diupayakan dalam Anggaran Perubahan Tahun 2026.
Komitmen tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam memperkuat infrastruktur pelayanan rohani, yang pada akhirnya juga berkontribusi pada stabilitas sosial di tingkat lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Christian Widodo juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan hidup antarumat beragama di Kota Kupang.
Dia menilai capaian Kota Kupang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kota Kupang saat ini masuk dalam sepuluh kota paling toleran di Indonesia dan juga menerima penghargaan sebagai kota damai dan inklusif dari Menteri Dalam Negeri. Karena itu, apa pun agama kita, mari bersama menjaga Kota Kupang agar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, memaknai peletakan batu pertama tersebut sebagai wujud keberanian iman jemaat di tengah berbagai keterbatasan.












