Citra News.Com, KUPANG – KEHADIRAN Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dalam peletakan batu pertama pembangunan Pastori II di GMIT Hosana Sungkaen, Senin (9/3), bukan sekadar menghadiri agenda gerejawi.
Momen ini merefleksikan hubungan erat antara kehidupan keagamaan dan pembangunan sosial di Kota Kupang, sekaligus menegaskan peran gereja dalam memperkuat nilai pelayanan, solidaritas, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di gedung ibadah jemaat tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur Mercy Pattikawa, Wakil Ketua Majelis Jemaat Ni Suwerti Ralahalo, Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Keny Sau, Plt. Camat Maulafa Imanuel Uly, serta Lurah Naimata Hendrik Banunaek, bersama para majelis jemaat dan undangan lainnya.
Christian Widodo menekankan pembangunan rumah pastori tidak dapat dipandang semata sebagai pembangunan fisik. Lebih dari itu, rumah pastori memiliki makna simbolik sebagai pusat penguatan pelayanan gereja serta ruang pembinaan rohani bagi jemaat.
“Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi simbol dari pondasi pelayanan dan kasih. Momen ini menandai dimulainya pengabdian dalam pelayanan kepada Tuhan sekaligus pelayanan kepada sesama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pemerintah daerah melihat institusi keagamaan sebagai mitra strategis dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat.
Dalam konteks Kota Kupang yang dikenal memiliki keragaman agama dan budaya, peran gereja dan lembaga keagamaan lain menjadi penting dalam menanamkan nilai toleransi dan solidaritas sosial.












