Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

RISET Masuk ke Ruang KEBIJAKAN : Upaya Gubernur MELKY Menata PEMBANGUNAN Berbasis DATA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Hal serupa juga disampaikan peneliti Mariano A.T. Nugraha yang menjelaskan bahwa selama ini tim riset daerah sebenarnya sudah aktif melakukan berbagai kajian kebijakan publik.

Menurutnya, kapasitas riset daerah kini juga semakin diperkuat dengan kehadiran 16 peneliti CPNS baru yang memiliki latar belakang keilmuan yang beragam. Selain itu, kegiatan penelitian selama ini juga sering melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas kajian.

“Kami bersyukur dengan tambahan tenaga peneliti baru sehingga ke depan riset kebijakan daerah bisa lebih kuat,” katanya.

Baca Juga :  TINDAK Debitur NAKAL, Haris : Bank NTT Segera Kerjasama dengan KEJATI

Meski riset semakin diperkuat, tantangan terbesar tetap terletak pada bagaimana hasil penelitian benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan publik. Dalam banyak kasus di berbagai daerah, penelitian sering berhenti sebagai laporan akademik yang jarang digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Gubernur Melky menegaskan bahwa ia tidak ingin hal tersebut terjadi di NTT. Ia meminta agar hasil penelitian benar-benar diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah. Bahkan, ia membuka kemungkinan bahwa rekomendasi penelitian dapat langsung menjadi dasar kebijakan gubernur atau program perangkat daerah.

Baca Juga :  NASABAH Bank NTT Raih Hadiah PERTAMA Rp 100 Juta Tabungan SIMPEDA

“Kalau ada ide bagus, kita cari jalan agar bisa dijalankan. Intinya jangan sampai urusan administratif menghambat kerja riset,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi untuk mempersempit jarak antara dunia riset dan praktik kebijakan publik. Pelibatan puluhan peneliti dalam perumusan kebijakan pembangunan menandai upaya baru Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun sistem perencanaan yang lebih berbasis bukti.

Baca Juga :  Surat GIRIK Mulai 2026 TIDAK Berlaku SEGERA Urus SHM Sebelum TERLAMBAT

Jika pendekatan ini berjalan konsisten, hasil penelitian tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga berperan sebagai kompas kebijakan pembangunan daerah.

Bagi wilayah seperti NTT yang masih menghadapi tantangan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, dan keterbatasan infrastruktur. Maka kebijakan berbasis data dan analisis ilmiah dapat menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.  +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bappetida Provinsi NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bappetida Provinsi NTT.