“Inilah wajah Gereja yang penuh semangat misioner,” ungkapnya, seraya mendorong anak-anak untuk terus kreatif, berani, dan setia dalam iman.
Sementara itu, Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Kupang, Giovani Aditya L. Arum, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan diri di tengah keterbatasan ruang interaksi akibat perkembangan teknologi.
Dia menambahkan, pentas seni ini juga menjadi upaya mengembalikan kedekatan generasi muda dengan akar budaya mereka, sekaligus mendukung pendidikan karakter yang sejalan dengan arah pastoral Gereja dan program pembangunan daerah.
Di tengah gemerlap lampu panggung dan riuh tepuk tangan, pentas seni SEKAMI tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga meninggalkan pesan sederhana. Bahwa kebersamaan, budaya, dan iman dapat tumbuh selaras dalam diri generasi muda, membentuk masa depan yang lebih berakar dan berkarakter. +++ marthen/*












