Perwakilan penyelenggara, dr. Valerio, menjelaskan bahwa kegiatan Paskah Pelajar ini bukan sekadar perayaan iman, melainkan langkah awal untuk menjangkau lebih banyak pelajar di Kota Kupang.
Menurutnya, The Bridge telah melakukan berbagai kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah, membangun relasi dengan pelajar, dan memberikan ruang bagi anak muda untuk mendapatkan pembinaan spiritual serta dukungan moral.
Ia menegaskan bahwa program mereka tidak akan berhenti pada acara Paskah semata. Ke depan, komunitas ini akan terus menjalankan program bulanan yang menjangkau sekolah-sekolah, khususnya di Kota Kupang.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kota yang telah memberi ruang bagi komunitas tersebut untuk masuk ke sekolah-sekolah dan melayani generasi muda secara langsung.
Malam itu, lampu-lampu auditorium perlahan meredup saat acara mendekati akhir. Namun pesan yang tertinggal terasa jauh lebih terang. Bahwa perjuangan menjaga generasi muda bukan pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Di tengah sukacita Paskah, terselip satu pesan yang tak mudah dilupakan: masa depan generasi muda bukan hanya tentang mimpi besar, tetapi tentang keberanian menjaga diri dari godaan yang bisa meruntuhkan masa depan mereka sendiri. +++ marthen/*









