Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Wouw, Dalam SATU MEJA Lahirkan 108 BUTIR Keputusan Jadi WARISAN Baru PERUBAHAN KOTA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Menurutnya, pertemuan lintas sektor dengan skala besar seperti ini baru pertama kali terjadi sepanjang perjalanan Kota Kupang. Ia bahkan menyebutnya sebagai sebuah legacy, warisan kebijakan yang akan dikenang sebagai titik awal perubahan tata kelola pemerintahan.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, tantangan pembangunan di daerah sering kali muncul dari kurangnya koordinasi antarinstansi. Program yang seharusnya saling mendukung justru berjalan terpisah, bahkan kadang tumpang tindih.

Patahkan Pola Lama

Baca Juga :  SEKDA Jefry Pelt Ingatkan RKPD Instrumen PENTING Menuju ARAH Pembangunan KOTA Kupang 2027

Melalui forum ini, pemerintah berupaya mematahkan pola lama tersebut dengan membangun sistem kerja yang saling terhubung. Kolaborasi tidak lagi menjadi jargon, tetapi menjadi metode kerja yang wajib dijalankan.

Semangat integrasi lintas sektor yang muncul dalam rapat ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Kupang ingin bergerak lebih cepat dan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  TBI Motaain PINTU GERBANG Peningkatan Ekspor Import INDONESIA TIMOR LESTE

Namun, di balik optimisme itu, tantangan tetap menanti. Mengubah pola kerja birokrasi, tegas Walikota Christian Widodo, bukanlah pekerjaan mudah. Yang dibutuhkan adalah konsistensi, pengawasan, serta komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah.

Kini, publik Kota Kupang menunggu bukan sekadar laporan hasil rapat, tetapi realisasi nyata dari 108 keputusan yang telah dihasilkan. Apakah angka itu akan menjadi tonggak perubahan, atau sekadar catatan di atas kertas? Iya waktu jualah yang akan menjawab, tandasnya.

Baca Juga :  Kini MENGUAT 9000 P3K NTT Menanti Napas FISKAL dari JAKARTA

Tapi yang jelas, dari satu ruangan di Hotel Kristal, Pemerintah Kota Kupang telah mengirim pesan kuat. Bahwa pembangunan tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Masa depan Kota Kupang hanya bisa dibangun melalui kolaborasi yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.  +++ marthen/ando