Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

POLITIK Tanpa FILSAFAT Arah KEKUASAAN Bisa TERSESAT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Disiplin Akademik

Pandangan serupa disampaikan Yohanes Hans Monteiro yang menilai capaian profesor lahir dari konsistensi panjang dalam mengajar, meneliti, dan menulis. Gelar profesor, menurutnya, bukan hadiah instan, melainkan hasil dari disiplin akademik yang terus dijaga.

Ia juga menekankan bahwa profesor harus menjadi teladan, bukan hanya dalam ilmu, tetapi juga dalam integritas. Tanpa keteladanan, tradisi ilmiah sulit bertahan, dan institusi pendidikan berisiko kehilangan arah yang sama seperti politik tanpa filsafat.

Baca Juga :  TRANSFORMASI Bank NTT Menuju Perseroda PERKUAT Tata Kelola Sesuai Prinsip GCG

Sejarah panjang Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero yang berakar sejak 1932 menunjukkan bahwa kampus ini bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan ruang produksi gagasan kritis yang telah melahirkan pemikir dan misionaris hingga tingkat global.

Baca Juga :  Kompak Berbusana ADAT Gubernur MELKY Laka Lena Sampaikan TIGA REFLEKSI Kemerdekaan

Pengukuhan profesor di Ledalero pada akhirnya bukan hanya peristiwa akademik, tetapi simbol bahwa gagasan masih memiliki tempat penting di tengah dunia yang semakin pragmatis. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan, tanpa refleksi mendalam, mudah terseret arus kepentingan jangka pendek.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Proyek GEOTHERMAL, Gubernur MELKY Ingatkan Masyarakat JANGAN DIADUDOMBA

Di tengah realitas sosial yang kompleks, pesan yang mengemuka dari Ledalero terasa jelas: masa depan politik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan kekuasaan, tetapi oleh kedalaman pikiran yang menjadi fondasinya.

Tanpa filsafat, politik mungkin tetap berjalan tetapi belum tentu tahu ke mana harus menuju.  +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero.