Program ini, tegas dia, tidak hanya berbicara tentang rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga tentang bagaimana manusia, hewan, dan lingkungan dipandang sebagai satu kesatuan yang saling memengaruhi. Sebuah pendekatan yang dikenal sebagai One Health.
Pendekatan ini menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tak cukup ditangani dari satu sisi saja. Penyakit yang muncul pada hewan, kualitas lingkungan yang menurun, hingga layanan kesehatan yang terbatas. Semuanya saling berkaitan dan membutuhkan solusi terpadu.
Diah juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah. Penentuan kabupaten dan kota prioritas menjadi langkah awal penting agar program benar-benar menyentuh wilayah yang paling membutuhkan.
NTT Jadi Role Model
Diah juga optimistis, jika dikelola dengan baik Program Kita Sehat di Provinsi NTT maka ia bisa menjadi role model atau model percontohan yang kelak diterapkan di wilayah lain. Sebuah peluang bagi NTT untuk menjadi contoh bagaimana daerah mampu membangun sistem kesehatan yang kuat dari akar rumput.
Dukungan internasional pun hadir melalui Joana O’Shea, yang mewakili Kedutaan Besar Australia. Dia menegaskan bahwa kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Australia bukan sekadar proyek sementara.
“Program Kita Sehat ini bukan sekadar proyek sementara melainkan komitmen strategis untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan”, kata Joana.
Menurutnya, program ini akan terus dipantau dan didukung dengan tata kelola yang baik, sehingga manfaatnya tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menjawab tantangan kesehatan di masa depan.
Bagi NTT, yang selama ini masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga pengendalian penyakit, kehadiran program ini membawa secercah harapan baru.












