Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Saat PERBEDAAN Dirajut Jadi KEKUATAN, Kupang adalah RUMAH BERSAMA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Wali Kota Kupang Christian Widodo mengutip Henry Ford: Datang bersama adalah awal, Tetap bersama adalah Kemajuan, dan Bekerja bersama adalah Kesuksesan.

Citra News.Com, KUPANG – MEMBALUT spirit “Lilaunol Dael Banan” Kota Kupang seakan berbicara lebih lantang dari biasanya. Bukan lewat kebijakan keras atau proyek fisik, melainkan lewat sebuah pesan yang menyentuh ruang batin warganya yaitu Harmoni.

Di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (29/4/2026), Christian Widodo membuka kegiatan Silaturahmi Lintas Etnis dengan satu penegasan penting bahwa Kota Kupang adalah Rumah Bersama, bukan sekadar wilayah administratif.

Baca Juga :  Terus BERTAMBAH Pasien SEMBUH Covid19 di KOTA Kupang

Kegiatan bertema “Merajut Harmoni, Meneliti Hati, Sucikan Diri dalam Moderasi Beragama” ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi cermin dari realitas sosial Kota Kupang yang majemuk, sekaligus panggung refleksi tentang bagaimana perbedaan dirawat, bukan dipertentangkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi (FPK) NTT Ir. Theodorus Widodo, Ketua FPK Kota Kupang, Umbu Saga Anakaka, Ketua FKUB Provinsi NTT dan Ketua FKUB Kota Kupang, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat NTT, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Kupang, Haji Muhammad MS, perwakilan PHDI Kota Kupang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta perwakilan paguyuban di Kota Kupang.

Baca Juga :  Untuk PERKUAT PAD WALKOT Kupang CHRISTIAN Widodo Terbitkan SK Amnesti PAJAK

Di tengah kehadiran tokoh lintas agama, pemuka masyarakat, hingga perwakilan berbagai etnis, suasana terasa lebih seperti reuni besar daripada forum formal.

Ketua FPK NTT, Theodorus Widodo bahkan menyebutnya sebagai “malam persatuan”- sebuah istilah yang menggambarkan kehangatan yang tak dibuat-buat.

Baca Juga :  WALI Kota Kupang CHRISTIAN Widodo dan BPOM Mengukir IKHTIAR MELINDUNGI Generasi Muda

Namun, di balik suasana akrab itu, tersimpan pesan serius. Walikota Christian Widodo menegaskan bahwa harmoni bukan berarti menyeragamkan. Justru sebaliknya harmoni lahir dari keberanian menerima perbedaan sebagai bagian dari keseimbangan.

Christian mengibaratkan harmoni seperti susunan nada dalam lagu. Berbeda-beda, tetapi ketika ditempatkan dengan tepat, justru menghasilkan keindahan.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Forum Pembauran Kebangsaan Prov.NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Forum Pembauran Kebangsaan Prov.NTT.