Menteri Abdul Mu’ti : Pada tahun 2025 pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran revitalisasi pendidikan untuk NTT sebesar kurang lebih Rp589 miliar.
Citra News.Com, KUPANG – DI TENGAH semangat pemerintah pusat mendorong transformasi pendidikan nasional, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyimpan ironi yang sulit disembunyikan.
Di balik pidato tentang kualitas sumber daya manusia dan generasi emas Indonesia, ratusan gedung sekolah di provinsi kepulauan ini ternyata masih berada dalam kondisi memprihatinkan – atap bocor, ruang kelas rusak, fasilitas minim, dan lingkungan belajar yang jauh dari kata layak.
Fakta itu mencuat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kunjungan yang semestinya menjadi seremoni pembangunan pendidikan justru berubah menjadi cermin nyata tentang masih lebarnya jurang infrastruktur pendidikan di kawasan timur Indonesia.
Di hari kedua kunjungannya, Menteri Abdul Mu’ti meninjau langsung SMKN 6 Kupang dan SD Inpres di Kelurahan Naimata. Ia didampingi Wali Kota Kupang, Christian Widodo, bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan hingga para siswa yang menjadi saksi bagaimana pendidikan di NTT masih terus berjuang mengejar ketertinggalan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap program revitalisasi sekolah yang telah berjalan pada tahun 2025, sekaligus melihat kesiapan sekolah penerima bantuan tahun 2026.
Namun di balik agenda resmi itu, terselip pesan kuat dari daerah kepada pemerintah pusat: NTT belum selesai dengan persoalan dasar pendidikan.
Menteri Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran revitalisasi pendidikan untuk NTT sebesar kurang lebih Rp589 miliar pada tahun 2025.
Besaran dana itu menyasar 576 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMK, SLB hingga SKB dan PKBM.














