Bagi Christian, opini WTP bukanlah garis akhir. Justru sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik harus terus dijaga.
“Keuangan daerah bukan milik pemerintah, tetapi amanah dari rakyat yang harus dikelola dengan jujur, hati-hati, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Pernyataan itu menggambarkan cara pandang pemerintah saat ini terhadap pengelolaan anggaran. WTP tidak ditempatkan sebagai simbol kebanggaan semata, melainkan sebagai cermin kualitas tata kelola pemerintahan yang harus terus diperbaiki dari waktu ke waktu.
Walikota Christian juga memberikan apresiasi kepada BPK RI Perwakilan NTT yang dinilainya telah bekerja secara profesional dan independen dalam melakukan pemeriksaan.
Dikatakannya, hasil audit tidak untuk ditakuti, tetapi menjadi kompas yang menunjukkan bagian mana yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih membutuhkan pembenahan. Karena itu, seluruh rekomendasi yang diberikan BPK dipastikan akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah secara cepat dan bertanggung jawab.
“Keberhasilan mempertahankan WTP selama tujuh tahun berturut-turut tentu tidak lahir dalam semalam. Capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak, mulai dari jajaran birokrasi, DPRD, hingga lembaga pengawasan yang menjalankan fungsi masing-masing”, ujarnya.
Secara khusus Walikota Christian menyampaikan penghargaan kepada DPRD Kota Kupang yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.
“Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan lembaga pengawasan seperti BPK merupakan kekuatan penting dalam membangun pemerintahan yang sehat dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Sikap Kooperatif













