Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Merawat HARMONI dari Mimbar KEKUASAAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan limpah terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi baik kepada Bapak Presiden Prabowo maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena selain dari Pemerintah Kota, kita juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” ujar Christian.

Bagi Christian kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, melainkan instrumen untuk memperkuat solidaritas sosial. Karena itu, dalam setiap pesan yang disampaikannya, ia tidak sekadar berbicara tentang penyembelihan hewan, tetapi tentang keikhlasan, kepedulian, dan kehidupan bersama dalam keberagaman.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan sosial yang dihadapi banyak daerah. Ketika polarisasi identitas masih menjadi isu di berbagai tempat, Kota Kupang justru berusaha menunjukkan wajah lain di Indonesia umumnya. Bahwa Kota Kupang dibangun di atas toleransi dan saling menghormati.

Baca Juga :  DUA Pemerintah Serentak BERKURBAN di 15 Masjid Se-KOTA Kupang

Tidak mengherankan jika Christian berulang kali menegaskan bahwa keberagaman bukan hambatan pembangunan. Sebaliknya, perbedaan adalah modal sosial yang harus dijaga.

Walikota Christian Widodo menganalogi tentang keberagaman ibarat nada-nada berbeda tapi menghasilkan harmoni dalam sebuah lagu. Dan itu bukan sekadar retorika. Itu adalah gambaran tentang model kepemimpinan yang sedang dibangun Pemerintah Kota Kupang saat ini.

Baca Juga :  Wagub JOHNY Ajak SEMUA Pihak Berkomitmem MELESTARIKAN HUTAN dan ALAM

Pemerintah Kota Kupang dibawah kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis berusaha memperluas makna pembangunan ke wilayah yang lebih substantif, yakni membangun kohesi sosial, rasa saling percaya, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Baca Juga :  RESMIKAN Proyek JALAN Penghubung di MANGGARAI Barat, Ini PESAN Presiden JOKOWI

Dalam perspektif pemerintahan, pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi dipahami sebatas urusan jalan, gedung, atau proyek fisik. Karena itu, penyerahan hewan kurban menjadi simbol bahwa negara tidak hadir hanya ketika membangun infrastruktur, tetapi juga ketika merawat hubungan antarwarga.

Kehadiran pemerintah dalam momentum keagamaan menjadi bentuk pengakuan bahwa seluruh kelompok masyarakat memiliki posisi yang sama dalam pembangunan daerah.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Idul Adha 1447 Hijriah. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Idul Adha 1447 Hijriah.