Menghadapi arus informasi yang begitu cepat, polarisasi sosial, serta melemahnya nilai-nilai kebersamaan menuntut hadirnya figur-figur pelayan yang mampu menjadi penyejuk dan pemersatu. Karena itu para diakon memiliki peran strategis sebagai pembawa harapan, penanam nilai-nilai moral, dan penjaga persaudaraan di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar capaian pribadi. Ini adalah panggilan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang rendah dan tulus”, ujarnya.
Pandangan itu menjadi relevan bagi Kota Kupang, sebuah kota yang tumbuh di atas fondasi kemajemukan. Dari beragam suku, agama, dan latar belakang tapi masyarakatnya hidup berdampingan dalam satu ruang sosial yang sama.
“Di Kota Kupang, keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan. Karena itu kami membutuhkan peran gereja, para diakon, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen untuk menjaga harmoni ini”, tegasnya.
Walikota Christian mengibaratkan kehidupan masyarakat seperti sebuah lagu yang indah. Keindahan tidak lahir karena semua nadanya sama, tetapi karena berbagai nada yang berbeda mampu berpadu dalam harmoni.
“Harmoni bukan berarti semua harus sama. Harmoni adalah ketika perbedaan dapat hidup berdampingan dalam keseimbangan, saling menghargai, dan saling menguatkan. Itulah wajah Kota Kupang yang harus terus kita rawat bersama”, katanya.
Dalam konteks seperti itu, peran tokoh agama tidak hanya penting bagi kehidupan spiritual umat, tetapi juga. bagi terciptanya kohesi sosial.
Walikota Christian menegaskan bahwa keberagaman bukanlah tantangan yang harus dihindari, melainkan kekuatan yang perlu dirawat bersama. Disinilah makna pelayanan para diakon menemukan relevansinya. Mereka tidak hanya dipanggil menjadi pelayan sabda dan altar, tetapi juga pembawa harapan, penjaga nilai moral, dan perekat persaudaraan di tengah masyarakat.
Karena itu, tahbisan diakon sesungguhnya memiliki dimensi sosial yang luas. Gereja tidak hanya sedang melahirkan pelayan baru, tetapi juga menghadirkan agen-agen perdamaian yang dapat berkontribusi bagi kehidupan bersama.













