DESA Garda TERDEPAN Perkuatan EKONOMI Nasional

Bupati Roby Idong : Menciptakan inovasi-inovasi baru dan kreatif dalam memanfaatkan potensi yang ada dan dimiliki masyarakat desa adalah langkah cerdas menuju perkuatan dan kemandirian perekonomian nasional.

Maumere, citra-news.com – PROGRAM Inovasi Desa  merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda NAWACITA  dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)  tahun 2014-2019.

Namun program ini tidak akan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa jika tidak dilaksanakan dengan upaya-upaya inovasi dan kreasi yang bertanggung jawab. Karena itu adalah penting kerjasama yang saling sinergis antara para camat dan kepala desa dan masyarakat serta para pemangku kepentingan.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo Idong, S.Sos, M.Si mengatakan hal itu saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa tingkat Kabupaten Sikka tahun 2018 di Aula Sikka Convention Center (SCC) Maumere, Rabu 10 Oktober 2018.

“Saat ini semestinya masyarakat desa berbangga. Karena pemerintah pusat melalui kementerian terkait memberikan perhatian secara langsung dengan menganggarkan dan mengalokasikan sejumlah anggaran, termasuk dana desa. Untuk itu gunakan dana desa yang ada secara bertanggungjawab dengan terobosan inovasi dan kreasi dari potensi potensi yang ada dan dimiliki menuju kemandirian ekonomi masyarakat desa,”ungkapnya.

ROBY Idong -demikian ia akrab disapa- mengingatkan dana desa yang jumlah alokasinya terus berlipatganda dari dari tahun ke tahun ini di sejumlah desa di Kabupaten Sikka masih belum memaksimalkan penggunaan dana ini.

“Ini tugas berat bagi para camat dan kepala desa termasuk perangkatnya yang ada. Karena dana tersebut harus langsung digunakan untuk kebutuhan nyata masyarakat. Setiap desa harus mempunyai sejumlah inovasi dan kreatif dalam menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat. Karena ekonomi masyarakat desa menjadi garda terdepan bagi perekonomian secara nasional,”jelas Roby.

Sembari menambahkan, program inovasi desa yang dilaksanakan melalui bursa inovasi desa (BID) memberi ruang bagi masyarakat desa untuk membuat terobosan baru dengan inovasi dan kreasi. Serta masyarakat desa yang memiliki skill sehingga mampu bersaing di era ekonomi milenial saat ini. Kemampuan masyarakat untuk menciptakan inovasi dan kreasi ini menjadi wahana (gerbong) dalam memajukan ekonomi menuju desa mandiri, tandasnya.

Bursa Inovasi Menuju Desa Milenial

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Robertus Ray, S.Sos mengatakan, pelaksanaan PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas. Sehingga dapat meningkatkan prodkvitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang berdaya saing.

Dalam Undang Undang Nomo 6 Tahun 2014 tentang Desa, menurut Robert, spirit yang dbangun dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa sebagai forum pertukaran dan penyebaran gagasan atau ide-ide kreatif dan inovatif masyarakat yang berkembang di desa-desa.

“BID yang dlaksanakan di tingkat kabupaten/kota merupakan kegiatan peluncuran untuk mendukung pelaksanaan program inovasi desa di tingkat kecamatan sebagai wahana pertukaran pengetahauan dan inovasi dari desa-desa. Ini dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan pilhan solutif bagi penyelesaian masalah perekonomian masyarakat. Serta upaya inisiatif dalam kerangka mewujudkan  penggunaan dana desa dengan mempedomani prinsip transparansi, efektif, efisien , serta berkualitas”jelas Robert.

Sedangkan hasil (outcome) dari kegiatan BID, sebut Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan BID  tingkat Kabupaten Sikka ini, adalah pertama, Terbangunnya dukungan dan kerjasama dari pemangku kepentingan. Baik pemerintah daerah dan desa dalam penyelengaraan BID di kabupaten/kota, masyarakat dan lembaga kemasyarakatan maupun pihak swasta. Kedua, Tersedianya dokumen pembelajaran tentang inovasi yang inspiratif dari masyarakat yang berkembang di desa dalam menyelesaikan masalah pembangunan ekonomi desa. Ketiga, Terbangunnya komitmen pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mendukung peningkatan kualitas pembangunan desa.

Rbert menambahkan, penyelengaraan BID menggunakan beberapa penekatan. Diantaranya pndekatan ekspose atau prtukaran gagasan dan invasi desa, pemaparan pengamatan, unit belajar (learning unit) atau jendela bursa, multimedia, dan bimbingan. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthin radja

Gambar : Robert Ray berkunjung ke salah satu stand inovasi pengembangan ekonomi lokal di SCC Maumere, Kamis 11 Oktober 2018

Foto : doc. Armando WS/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *