Kika : Wali Kota Kupang, CHRISTIAN Widodo mendampingi Gubernur NTT, MELKY Laka Lena saat menghadiri Tahbisan Diakon di Kupang, Sabtu 30 Mei 2026. Doc. CNC/Prokompim kotakpg.
Mgr. Edmund Woga : Saat banyak wilayah di dunia mengalami krisis panggilan, NTT justru terus melahirkan calon imam dan biarawan.
Citra News.Com, KUPANG – PERJALANAN menuju imamat selalu dimulai dari sebuah panggilan. Namun, bagi 30 frater yang menerima Tahbisan Diakon di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Sabtu (30/5), langkah itu bukanlah garis akhir. Justru dari altar itulah sebuah pengabdian panjang dimulai.
Pesan itu mengemuka dalam Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon yang dipimpin Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR. Di tengah suasana khidmat yang dipadati ribuan umat, keluarga, imam, biarawan-biarawati, dan para tamu undangan, lahir 30 pelayan baru Gereja yang dipanggil untuk hadir di tengah dunia yang terus berubah.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melihat momen tersebut lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Baginya, tahbisan diakon adalah jawaban atas kebutuhan zaman yang semakin kompleks.
“Di tengah derasnya arus informasi, menguatnya polarisasi sosial, dan mulai memudarnya nilai-nilai kebersamaan, masyarakat membutuhkan sosok-sosok yang mampu menjadi penyejuk”, ungkap Christian di hadapan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, para imam, biarawan-biarawati, pimpinan lembaga pendidikan, keluarga para diakon, serta ribuan umat yang memadati Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada para uskup, formator, orang tua, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendampingi para calon diakon hingga tiba pada momentum penting tersebut.
Menurut sang Wali Kota Kupang ini, Diakon tidak hanya dipanggil untuk melayani di altar, tetapi juga menjadi jembatan yang merawat persaudaraan di tengah keberagaman. “Saya percaya bahwa tahbisan diakon ini bukan hanya sebuah capaian pribadi, tetapi sebuah panggilan iman yang mengajak kita untuk melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang rendah dan tulus”, ujarnya.
Di hadapan para diakon yang baru ditahbiskan, Walikota Christian mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.













