Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

LANTIK Pejabat Administrator CHRISTIAN Widodo Tekankan JABATAN Bukan TAKHTA Tapi ….

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Christian mengatakan, kekuasaan dalam pemerintahan tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Setiap kewenangan yang diberikan negara harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh warga. “Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menggambarkan arah politik pemerintahan Christian–Serena yang berupaya mendorong perubahan kultur birokrasi dari pola lama yang cenderung dilayani menjadi birokrasi yang hadir melayani masyarakat (To Govern is To Serve).

Dalam pandangannya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada jabatan yang disandang, melainkan pada kemampuannya menyelesaikan persoalan publik dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  POTRET WISATA DI NEGERI TANAH TERJANJI (1)

“Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta tidak menjadikan posisi baru sebagai simbol prestise. Jabatan harus menjadi sarana untuk bekerja lebih keras, lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan pelayanan publik”, tambah Christian.

Baca Juga :  ADUH, Bertambah Lagi Covid-19 KOTA Kupang 'Makan' Korban

Perkuat Pesan Kebangsaan

Momentum pelantikan yang berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila juga dimanfaatkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Serena Francis untuk memperkuat pesan kebangsaan kepada seluruh ASN.

Baca Juga :  Wouw...SUDAH 110 Miliar PENYERTAAN Modal di Bank NTT

Walikota Christian Widodo mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran Bung Karno di bumi Flores, sehingga masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dan menjadi yang terdepan dalam mengamalkan dan menghidupi nilai-nilai luhur tersebut.