Potensi Besar Lama Terabaikan
Gubernur Melky Laka Lena mengingatkan bahwa NTT sesungguhnya memiliki modal pembangunan yang sangat besar. Salah satunya adalah potensi Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya energi surya di Pulau Sumba, Timor, Rote, Sabu yang dinilai sangat prospektif mendukung agenda transisi energi nasional.
Di sisi lain, sektor pariwisata tetap menjadi kekuatan utama yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat apabila didukung konektivitas, investasi, dan peningkatan kualitas pelayanan.
Namun seluruh potensi tersebut tidak akan berkembang tanpa kolaborasi. Karena itu ia mengajak pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga organisasi strategis seperti IKAL Lemhannas untuk menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
“IKAL Lemhannas memiliki kapasitas intelektual, jejaring nasional, serta pengalaman kepemimpinan yang sangat dibutuhkan untuk ikut memperkuat pembangunan NTT,” ujarnya.
Menurut Gubernur Melky, pelantikan kepengurusan baru DPD IKAL Lemhannas NTT tidak dipandang sekadar agenda organisasi.
Momentum tersebut diharapkan melahirkan ruang kolaborasi baru antara pemerintah daerah dengan para alumni Lemhannas dalam memperkuat ketahanan wilayah, membangun tata kelola pemerintahan, hingga merumuskan strategi pembangunan berbasis geopolitik.
Gubermur Melky optimistis kepengurusan baru mampu menjadi kekuatan strategis yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semangat kebersamaan dan nasionalisme harus diterjemahkan menjadi kerja konkret untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Tidak Bicara Perang Semata
Sementara Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan geopolitik tidak lagi bicara perang semata. Perspektif tersebut harus diperluas. “Geopolitik saat ini tidak hanya berbicara mengenai batas wilayah atau perang dan kekuatan militer. Ia juga mencakup aspek ekonomi, teknologi, hukum, keamanan siber, hingga kualitas sumber daya manusia”, tuturnya.
Karena itu, tambah Purnomo, organisasi alumni Lemhannas harus mampu menjadi laboratorium gagasan sekaligus mitra pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan.













