Dia menjelaskan ada beberapa sumber menyebut, target PAD 2026 dari Dinas ESDM Provinsi NTT sebesar Rp 240 juta. Target ini naik 100 persen dari tahun sebelumnya.
Penetapan target ini berdasar pada Pagu Anggaran Dinas ESDM 2026 sebesar Rp23.599.292.768. Yang dilokasikan untuk 5 (lima) program utama, terdiri dari Penunjang Urusan Pemerintah Daerah sebesar Rp17,5 miliar; Pengelolaan Kegeologian; Pengelolaan Mineral dan Batubara Rp547 juta; Energi Baru Terbarukan Rp1,04 miliar; Ketenagalistrikan; dan Cabang Dinas Wilayah II Rp2 miliar; serta Wilayah IV sebesar Rp500 juta.
Sumber PAD dari Dinas ESDM biasanya dari Retribusi izin usaha pertambangan mineral kecuali batu bara. Berikut, Retribusi jasa geologi, pengujian sampel air/mineral; dan Retribusi ketenagalistrikan dan EBT serta PNBP yang dibagi ke daerah. Yang menjadi fokus perhatian dinas ESDM NTT tahun 2026 adalah penertiban tambang ilegal, percepatan listrik di Rote, dan penguatan legalitas tambang rakyat.

Sebagai perbandingan, total target PAD Provinsi NTT 2026 sebesar Rp2,8 triliun. Sementara kontribusi Dinas ESDM NTT sebesar 0,0086 persen dari total target PAD Provinsi NTT Rp 2,8 triliun. +++ marthen/cnc













