Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Ring TINJU Jadi Ajang Kekuatan SOLIDARITAS Gempa FLORES

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Di sisi lain, kejuaraan ini juga memperlihatkan arah kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam membangun ekosistem olahraga secara berkelanjutan.

Sebanyak 66 atlet, terdiri atas 60 putra dan enam putri dari sejumlah sasana binaan Pertina Kota Kupang, ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Mereka bertanding dalam kategori U-12, U-14, U-16, U-18 dan U-36.

Untuk pertama kalinya, Piala Wali Kota Kupang diperebutkan sebagai piala bergilir. Para juara mendapatkan hadiah masing-masing Rp500 ribu untuk juara pertama, Rp350 ribu untuk juara kedua dan Rp200 ribu untuk juara ketiga, disertai piagam penghargaan.

Baca Juga :  ‘GERAK’ Bergerak MEMBELA Kaum TERPINGGIRKAN

Menariknya, trofi tersebut dibuat dari bahan daur ulang atas ide Christian Widodo, Wali Kota Kupang. Pilihan ini menyisipkan pesan bahwa pembangunan olahraga juga dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Tidak Sekadar Seremonial

Ketua Pengprov Pertina NTT, Dr. Samuel Haning, mengapresiasi kembali bergeliatnya olahraga tinju di Kota Kupang.

Baca Juga :  JURNALISTIK dan Organisasi PROFESI (Bagian 2- Habis)

“Dukungan pemerintah daerah menjadi sinyal penting bagi keberlanjutan pembinaan atlet”, kata Sam Haning.

Ia berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang bagi petinju muda untuk berlatih, bertanding, membangun mental dan mengembangkan potensi hingga mampu membawa nama Kota Kupang dan NTT di tingkat nasional, termasuk menuju PON 2028.

Sementara itu, Ketua Panitia Karel Muskanan menjelaskan, kejuaraan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Pertina Provinsi NTT dan Pengurus Pertina Kota Kupang masa bakti 2022–2026.

Baca Juga :  NIKMATI Fasilitas dan Kemudahan di KLINIK OLAHRAGA

Kegiatan ini sekaligus menjadi agenda terakhir kepengurusan Pertina Kota Kupang periode tersebut di bawah kepemimpinan Elisabeth Waluwandja.

Namun, di balik seluruh pertandingan dan perebutan piala pada malam itu, ada pesan yang lebih besar yang ingin ditinggalkan dari kejuaraan tahun ini. Ring tinju tidak hanya mempertemukan petarung, tetapi juga mempertemukan kepedulian.  +++ marthen/*