Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Dari JAMBORE Kembali ke Rumah, Christian Widodo: KALIAN Adalah WAJAH KOTA Kupang

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Di tengah suasana sukacita kepulangan itu, Wali Kota juga mengajak seluruh peserta mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Pieter Manuk, yang telah berpulang. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, ia menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum.

“Hidup manusia tidak ditentukan dari seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi dari seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan. Jabatan punya batas waktu, usia punya batas waktu, tetapi keteladanan tidak memiliki batas waktu,” ungkapnya.

Perhatian Pemkot Kupang terhadap Gerakan Pramuka juga tercermin dalam dukungan anggaran tahun 2026 sebesar Rp400 juta. Anggaran itu terdiri atas Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwarcab.

Baca Juga :  PAUS Fransiskus KUTUK Ledakan BOM di GEREJA Kristen Sri Lanka

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi energi bagi Kwarcab, pembina dan peserta untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaan di Kota Kupang.

Dukungan itu tidak berhenti pada kegiatan Jamnas. Kwarcab juga merencanakan pembenahan Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027. Penataan pelataran serta penyediaan fasilitas dasar seperti air, toilet dan pagar diharapkan membuat kawasan tersebut lebih nyaman dan representatif.

Baca Juga :  Aksi Teror Bom Hambat Pengumuman UN

Lebih jauh, Bumi Perkemahan Fatubena diharapkan tidak hanya menjadi tempat kegiatan Pramuka. Kawasan itu juga diarahkan agar dapat dikelola secara produktif, memberikan manfaat ekonomi dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.

Malam itu, ketika satu per satu peserta kembali ke tengah keluarga, pesan pemerintah sebenarnya jauh lebih panjang dari sekadar ucapan selamat datang. Mereka diminta pulang dengan membawa sesuatu yang lebih berharga daripada cendera mata. Karakter, disiplin, keberanian, persaudaraan dan semangat untuk menjadi generasi muda yang mampu memberi arti bagi Kota Kupang.

Baca Juga :  DANA DESA Bisa Membiayai SEMUA SEKTOR Asalkan Disepakati MUDES

“Selamat datang kembali. Kalian pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa karakter dan pengalaman. Jangan biarkan semuanya berhenti di Jambore. Bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas dr. Christian Widodo.  +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Jambore Daerah ke-10 Gerakan Pramuka NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Jambore Daerah ke-10 Gerakan Pramuka NTT.