Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

PEMKOT Kupang Menata KESIAPSIAGAAN Masyarakat Hadapi BENCANA Lima Tahun ke Depan

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Illustrasi, YANUAR Dally, S.H., M.Si. – Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang. Doc. CNC/Istimewa

Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang mulai menyiapkan fondasi baru dalam menghadapi ancaman bencana untuk lima tahun ke depan. Kesadaran ini mendorong Pemerintah Kota Kupang mulai menyiapkan peta risiko bencana baru untuk periode 2027–2031.

Karena itu jelang berakhirnya masa berlaku Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Kupang Tahun 2022–2026, Pemkot Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Workshop Awal Penyusunan Kajian Risiko Bencana Kota Kupang Tahun 2027–2031 di Hotel Neo by Aston Kupang, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga :  NIHIL Angka Meninggal, Pasien SEMBUH Naik Lagi 400 Orang

Penyusunan kajian ini tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi diarahkan sebagai pijakan untuk memperkuat perencanaan dan kebijakan penanggulangan bencana di Kota Kupang.

Berbagai unsur pemerintah, akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga kelompok penyandang disabilitas dilibatkan untuk memastikan kajian yang disusun mampu menggambarkan risiko bencana secara lebih komprehensif.

Baca Juga :  ENAM Jabatan LOWONG Pemkot Kupang Gelar SELEKSI Pejabat

Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si., saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi.

Menurutnya, ancaman bencana memang tidak dapat dipastikan waktunya, sehingga kesiapan harus menjadi bagian dari kehidupan bersama.

“Ada pepatah Latin yang bilang, kematian pasti, waktunya tidak pasti kapan datangnya. Sama seperti bencana, yang tidak pasti datangnya kapan. Oleh karena itu, kita harus siap siaga,” tegas Yanuar.

Baca Juga :  RP2KPKPK Tidak Sebatas DISKUSI Tapi Harus Diikuti AKSI NTATA

Ia mengatakan, kesiapsiagaan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Ketika bencana terjadi, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia usaha dan kelompok rentan. Yanuar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan secara bersama-sama.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kajian Risiko Bencana Kota Kupang Tahun 2027–2031. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kajian Risiko Bencana Kota Kupang Tahun 2027–2031.