Penghargaan tersebut, tegas Christian, bukanlah keberhasilan satu atau dua orang. Di balik setiap capaian terdapat kerja banyak pihak, mulai dari pimpinan hingga ASN yang menjalankan tugas di berbagai perangkat daerah.
“Saya sadar betul ini bukan kerja satu dua orang. Tidak ada Superman di sini, yang ada Superteam. Ini adalah kerja kolaboratif antara pemerintah, teman-teman di DPRD, dan Bapak/Ibu sekalian,” ujarnya.
Walikota Christian mengatakan, keberhasilan pemerintah tidak boleh hanya dilihat dari siapa yang menerima penghargaan. Banyak ASN bekerja di belakang layar dan memiliki kontribusi penting dalam memastikan program pemerintah berjalan serta pelayanan masyarakat tetap berlangsung.
Namun, di satu aisi kolaborasi tersebut harus dibangun bersama disiplin dan akuntabilitas. Kinerja yang baik akan mendapat apresiasi, sedangkan pelanggaran terhadap aturan tetap memiliki konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, ia mengapresiasi perubahan positif yang dilihatnya dalam jajaran ASN Pemkot Kupang, terutama dalam hal kekompakan dan kolaborasi. Ia melihat semakin banyak perangkat daerah yang aktif menyosialisasikan program pemerintah dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Christian mengingatkan, pembangunan Kota Kupang bukan hanya tanggung jawab Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Seluruh ASN memiliki ruang kepemimpinan masing-masing untuk memastikan pemerintahan berjalan dan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik. “Inilah masa kita. Ini bukan masa saya dan Ibu Wakil saja. Ini adalah masa kepemimpinan kalian semua juga,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak ASN menggunakan masa pengabdian untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Jabatan memiliki batas waktu, tetapi sistem pemerintahan yang baik dan keteladanan dapat menjadi warisan yang lebih panjang.
“Ini bukan tentang seberapa lama kita menjabat, tetapi seberapa banyak manfaat kita kepada orang lain ketika kita masih menjabat,” tegasnya.
Christian juga mendorong penguatan sistem tata kelola pemerintahan dan manajemen ASN agar keberhasilan tidak bergantung pada figur tertentu.













