Eksekutif dan Legislatif bersinergi membangun negeri, tampak Camat Alak AMRASIUS Yollah dan ADPRD Kota Kupang, ESY Bire lakukan ‘Tanam Air’ di halaman Kantor Lurah Manulai 2, Kamis (01/10/2026). Doc. marthenradja/CNC
Air adalah Sumber Kehidupan – Tiada Air Tanpa Kehidupan, Tiada Kehidupan Tanpa Air.
Citra News.Com, KUPANG – BENTANGAN alam di Kota Kupang khususnya di wilayah Kecamatan Alak dikenal kering dan keras saat musim kemarau. Fakta ini mendorong pemerintahan Kecamatan Alak mulai dari aparat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW untuk melaksanakan Gerakan “Kupang Berair” atau Kupang Bersatu Merawat Air dan Tanah.
Camat Alak, Amrasius Yollah, S.Sos., mengatakan kondisi alam di wilayahnya menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mendorong konservasi air tanah. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mendorong gerakan ‘Tanam Air’ ini melalui teknologi biopori sebagai salah satu langkah konservasi air tanah sekaligus upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Di Kecamatan Alak, semangat tersebut mulai diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Pemerintahan kecamatan mendorong gerakan “Tanam Air” agar tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi bergerak hingga ke 12 kelurahan, bahkan menyentuh lingkungan RT dan RW.
Peluncuran aksi “Tanam Air” dilakukan pada pembukaan Festival Budaya Kelurahan Manutapen II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Kamis (1/10/2026).
“Saat ini kami di Kecamatan Alak melaksanakan sebuah gerakan konservasi air tanah atau semacam menanam air. Iya, bukan sekadar menanam air di dalam tanah, tetapi juga menanam kesadaran warga bahwa air harus dijaga melalui pelestarian alam sebelum air benar-benar sulit ditemukan”, kata Amsi.
Terpantau awak Portal Berita citra-news.com, pada momentum budaya itu sekaligus menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.













