Serena Francis : Upaya skrining TBC di Kota Kupang telah menjangkau sekitar 4.800 orang dan menemukan 230 kasus. Pemerintah menargetkan jangkauan…….
Citra News.Com, KUPANG – PERANG melawan tuberkulosis (TBC) dan kanker pada perempuan bukan sekadar urusan tenaga medis, tetapi juga ujian bagi kehadiran pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Perjuangan untuk hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memperkuat strategi penanganan penyakit melalui kolaborasi bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRiIS), dan berbagai mitra kesehatan untuk memperluas deteksi dini, meningkatkan dukungan bagi pasien, serta memperkuat pencegahan kanker pada perempuan.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., membangun komitmen ini saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Kesehatan Masyarakat untuk Pemberantasan TBC di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, Kamis (15/10).
Hadir daam kegiatan ini Ketua Umum KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto, perwakilan organisasi perempuan dan kesehatan, akademisi, tenaga kesehatan, pimpinan perangkat daerah, kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kupang, serta sejumlah mitra pelayanan masyarakat.
Serena mengungkapkan, upaya skrining TBC di Kota Kupang telah menjangkau sekitar 4.800 orang dan menemukan 230 kasus. Pemerintah menargetkan jangkauan pemeriksaan meningkat menjadi 7.100 orang hingga akhir November 2026.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini untuk menemukan kasus dan menghubungkan masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
“TBC bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan. Karena itu, kita perlu melakukan deteksi dini dan memastikan pengobatan dijalani secara teratur sampai tuntas,” tegasnya.
Namun, keberhasilan program, tambah Serena, tidak cukup diukur dari jumlah warga yang diperiksa atau kasus yang ditemukan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pasien memperoleh pengobatan sesuai standar, menjalani terapi secara teratur hingga tuntas, serta mendapatkan dukungan keluarga dan lingkungan. Di sinilah kebijakan kesehatan bertemu dengan persoalan sosial yang kerap menjadi penghalang bagi kesembuhan.













