Ketua Umum PB PERKEMI, Agus Setiadji, menegaskan NTT memiliki kontribusi besar dalam perkembangan Shorinji Kempo Indonesia. “Dari sekitar 219.000 kenshi di seluruh Indonesia, sebanyak 23.900 berasal dari NTT. Lebih dari 9.000 di antaranya merupakan kenshi aktif dan lebih dari 200 orang telah menyandang sabuk hitam atau yudansha”, jelas Agus.
Agus juga mengingatkan kontribusi kenshi NTT dalam keberhasilan Indonesia menempati posisi kedua dari 43 negara peserta Kejuaraan Dunia atau Taikai 2023 di Tokyo, Jepang, dengan raihan empat emas, tiga perak, dan lima perunggu.
Menurutnya, potensi tersebut harus menjadi modal untuk memperkuat kontingen Indonesia menghadapi Kejuaraan Dunia 2027 sekaligus memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah Kempo pada PON XXII 2028.
Pengurus Besar (PB) PERKEMI juga terus mendorong pengembangan Shorinji Kempo agar semakin diakui dalam olahraga internasional, termasuk membuka peluang dipertandingkan pada SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Penguatan organisasi dan penerapan prinsip olahraga bersih menjadi bagian dari upaya tersebut. Karena itu, target empat hingga enam emas di Nagoya 2027 bukan hanya menjadi tanggung jawab Julie dan jajaran pengurus, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Semangat “Bersaudara, Bersatu, Berprestasi” menjadi landasan kebangkitan Kempo NTT. Sebab, kejayaan olahraga bukan hanya diukur dari banyaknya medali, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama NTT di panggung dunia. +++ marthen/cnc













