Dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Rumah Gendang Sirimese, RT 005/RW 002, Desa Golo Poleng, Kecamatan Ndoso, perwakilan PT SMJ, Alfonsius Robi, S.P., menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Syngenta Indonesia diarahkan untuk memperkuat pengembangan tanaman pangan, khususnya jagung hibrida, serta komoditas hortikultura di wilayah NTT.
Menurut Alfons, perusahaan secara aktif menjajaki potensi pengembangan jagung hibrida di sejumlah wilayah Flores, mulai dari Manggarai Timur hingga Lembata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkenalkan benih unggul, termasuk varietas NK Sumo atau Sumo Sakti.
Ia menilai keterlibatan lembaga pendidikan vokasi seperti SMKN 1 Ndoso menjadi langkah strategis karena siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik pertanian modern. Kerja sama tersebut mencakup dukungan benih unggul, obat-obatan pertanian, pupuk, serta pendampingan terhadap lahan praktik siswa.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menyediakan tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pendampingan perusahaan juga mencakup transfer pengetahuan dan teknologi (transfer of knowledge and technology), pelatihan teknis manajemen budidaya, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Dalam skema kemitraan ini, Syngenta Indonesia memberikan dukungan keahlian agronomi dan perlindungan tanaman, sedangkan PT SMJ mengelola kemitraan serta rantai pasok.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang penerapan program guru tamu dan penyelarasan kurikulum (link and match) pendidikan kejuruan. Melalui keterlibatan praktisi industri, siswa diharapkan memperoleh pengetahuan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.













