Ini PESAN Temu Kangen DPW Partai BERKARYA Bersama HMP

Sekjen Partai Berkarya, PRIYO Budi Santoso (kiri) dan ANTONIUS Kaunang saat temu kangen akhir tahun di awal Desember 2019. Doc.CNC/berbagai sumber.

Kaunang : Reposisi kepengurusan perlu dilakukan agar partai dapat menghasikan anggota dan pengurus yang punya dedikasi dan loyalitas.

Citra-News.Com, KUPANG – KETUA DEWAN Pimpinan Wilayah Partai BERKARYA Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPW PB NTT), ANTONIUS Kaunang mengatakan, para Ketua DPW PB se-Indonesia telah melakukan temu kangen akhir tahun di awal Desember 2019.

Dalam temu kangen bersama Hutomo Mandala Putra (HMP) alias TOMMY Soeharto tersebut, beber Kaunang, pertemuan sifatnya silaturahmi namun ada beberapa pesan inti disampaikan sang Ketua Umum. Ada beberapa agenda prioritas yang harus diperhatikan oleh semua tingkatan kepengurusan partai. Dimana salah satunya berkaitan dengan Pilkada serentak 2020.

“Ketum MHP saat itu mengatakan ada beberapa agenda prioritas yang harus diperhatikan oleh semua tingkatan kepengurusan partai. Dimana salah satunya berkaitan dengan Pilkada serentak 2020,”ungkap Kaunang saat ditemui awak citra-news.com di Posko DPW PB NTT di bilangan Paradiso Pasir Panjang Kupang, Jumat 03 Januari 2020.

Selain itu, lanjut Kaunang, Ketum DPP PB juga menekankan perlu ada agenda konsolidasi dan evaluasi. Pada prinsipnya Ketum mengapresiasi kerja baik dan semangat juang dari para DPW dan DPD selama ini yang sudah mampu menghantarkan anggota partainya hingga duduk di kursi anggota DPRD.

Namun demikian masih ada banyak hal yang perlu pembenahan dan perbaikan-perbaikan seperlunya di interen partai. Sehingga ke depan harapan dan cita-cita partai dapat menghasilkan yang baik pula.

Perbaikan dan pembenahan tersebut, kutip Kaunang, dimulai dari DPP. Dan ituurusan DPP, kata Ketum. Adalah sangat tidak beretika bila ada yang dengan sengaja memunculkan isu dan mempengaruhi agar segera anggota DPP melaksanakan Munaslub atau Munas.

DPW PB NTT Segera Lakukan Rapat Evaluasi

Mengutip pesan HMP, Ketua DPW PB NTT, Antonius Kaunang berinisiasi dalam waktu dekat ini partai akan melakukan rapat evaluasi.

‘Spirit kebersamaan yang kita sudah bangun bersama untuk membesarkan Partai Berkarya di Provinsi NTT, perlu terus-menerus dibina dan dijaga keletariannya. Partai membutuhkan anggota dan kepengurusan yang memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi dalam membesarkan partai Berkarya kedepan,”jelas Kaunang.

Untuk menjaga keutuhan partai ini, tegas Kaunang,  bukan perkara yang gampang dalam dinamika dan persaingan global saat ini. Kita telah melewati Pemilu legislative tahun 2019 dan memetik hikmahnya, walaupun belum menggapai target yang dibutuhkan. Namun perjuangan kita tidak hanya sampai disitu saja. Kedepan kita perlu menempuh langkah-langkah nan konstruktif guna terpenuhinya kebutuhan partai.

Ketua Umum TOMMY Soeharto dan ANTONIUS Kaunang, Ketua DPW Partai Berkarya NTT.

Menurut Kaunang, banyak agenda partai yang harus dilaksanakan di tahun 2020. Dalam dinamika persaingan global saat ini Partai Berkarya tidak ingin ketinggalan. Kita perlu terus-menerus melakukan konsolidasi untuk membangun kebersamaan. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh di semua lini kepengurusan partai untuk semua tingkatan.

“Rapat evaluasi dilakukan dalam rangka mereposisi kepengurusan agar partai dapat menghasilkan anggota pengurus yang punya didikasi dan loyalitas yang tinggi untuk Partai Berkarya ke depannya,”ucapnya berulang.

Menjawab alasan utama dilakukan reposisi kepengurusan di semua tingkatan, sang ketua partai Berkarya NTT ini menjelaskan, hal ini dilakukan sesuai dengan spirit partai yang dikumandangkan dalam AD/ART partai Berkarya. Dalam mana anggota kepengurusan diharapkan memahami organisasi secara benar dan lbih bijaksana dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian.

Setelah reposisi kepengurusan di tingkat provinsi, demikian Kaunang, dilanjutkan dengan evaluasi terhadap seluruh pengurus di jajaran DPD (Dewan Pimpinan Daerah) di kabupaten/kota yang ada.

“Soal sumber pembiayaan untuk kebutuhan ini berasal dari iuran anggota dan sumbangan anggota partai yang tidak bertentangan dengan hukum. Dan hal tersebut ada dalam penjelasan AD/ART partai,”tandasnya.

Menjawab isu adanya desakan dilakukan Munaslub dan Munas untuk menggantikan Ketua Umum Partai Berkarya (Ketum PB), tegas Kaunang, tidak ada satupun alasan yang mendasar untuk dilakukan Munaslub atau Munas agar forum menyepakati memilih Ketum baru.

“Sesungguhnya isu desakan ini muncul dari segelintir orang yang tidak memiliki hak suara dan paham mekanisme organsisasi. Kalau tokh ada hanya muncul riak-riak kecil dari beberapa DPD yang sengaja meletupkan isu ini. Dan kuat dugaan sengaja ditunggangi oleh oknum-oknu DPP dengan tujuan tertentu yang bukan untuk kepentingan partai,”ungkap Kaunang. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *