Talib berjanji hasil jaring ‘Asmara’ akan didiskusikan bersama Christian Widodo dan Serena Francis.
Citra News.Com, KUPANG – ANGGOTA DPRD Kota Kupang, Ahmad Talib memanfaatkan masa Reses untuk menjaring semua aspirasi masyarakat (Asmara).
Semua aspirasi yang hajat hidup warga Kota Kupang, ia simak dan ia dalami untuk nantinya di forum Rapat Dewan akan ia kemukakan.
Saya (Ahmad Talib, red) sampai duduk di kursi dewan yang terhormat ini, saya tidak punya apa-apa. Saya jadi DPR karena bapa mama basodara dong percaya dan pilih saya. Sehingga aspirasi dalam bentuk keluh kesah wajib saya perjuangkan.
Iya selama 5 tahun ini tak usah banyak-banyak. Satu dua masalah bisa terjawab pemerintah. Karena saya juga berasal dari rakyat yang sonde (tidak) jelas hidup saya. Tapi karena dipilih oleh rakyat maka saya juga total berjuang untuk rakyat.
Demikian Talib dalam dialognya dengan warga Kelurahan Airnona Kecamatan Kota Raja, di RT 01/RW 01, Kota Kupang, Rabu (05/02/2025).
Dipandu Lius Kadja, Ketua RT01/RW 01 Kel Airnona, sejumlah hal yang terjadi di wilayah Kelurahan Airnona disampaikan warga.
Adalah Agus Kadja memantik soal pelayanan birokrasi yang amburadul. Menurut dia, baik pejabat eselon hingga tingkat lurah, bekerja tidak optimal. Efektif dan efisien waktu tidak mereka miliki. Tapi kalau urus naik pangkat/golongan dan jabatan, itu nomor satu.
“Saya ini juga pernah kuliah di Ilmu Pemerintahan sehingga bisa tahu bagaimana caranya kebutuhan pelayanan masyarakat bisa terpenuhi. Seperti pelayanan di Kantor Dukcapil, masyarakat antri sampai berhari-hari. Birokrasinya terlalu berbelit-belit”, ungkapnya.
Karena itu, usul Agus, pas dengan kedudukan Ahmad Talib di Komisi yang membidangi urusan pemerintahan, perlu dilakukan Penyederhanaan Birokrasi (Debirokratisasi).
“Betul juga sudah mengikuti perkembangan teknologi melalui E-Government. Tapi sama saja itu oknum pejabat dong bisa saja melanggar,” tambah Agus.












