Wali Kota Kupang, Christian Widodo saat menghadiri Sidang Paripurna Ke-2 DPRD Kota Kupang, Kamis (20/8/2026). Doc. CNC/Prokopim Setda kotakpg.
Christian Widodo : Batas wilayah administratif tidak seharusnya menjadi batas bagi kepedulian kemanusiaan.
Citra News.Com, KUPANG – GEMPA tektonik ber-Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) telah menyisakan duka mendalam bagi masyarakat yang terdampak. Peristiwa ini mengundang empati dari masyarakat yang terwakili di DPRD dan pemerintah Kota Kupang hingga ikut bergerak beri donasi.
Adalah Absalom Sine mengungkapkan, “Ketika saudara di Flores sedang berduka, masyarakat Kota Kupang tidak memilih untuk berpaling”.
Pernyataan empati Absalom Sine diperteguh dalam Rapat Paripurna Ke-2 DPRD Kota Kupang, Kamis (20/8/2026).
Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Kupang itu membahas Penjelasan Wali Kota Kupang tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2027.
Absalom mengusulkan agar Pemkot Kupang bersama DPRD membuka donasi secara kelembagaan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa. “Donasi bukan sekadar tentang mengumpulkan uang. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi pesan bahwa ketika saudara di Flores sedang berduka, masyarakat Kota Kupang tidak memilih untuk berpaling”, tegasnya.

Kika : Christian Widodo dan Richard E. Odja – Ketua DPRD Kota Kupang, dalam Sidang Paripurna Ke-2 DPRD Kota Kupang, Kamis (20/8/2026). Doc. CNC/Prokopim Setda kotakpg.













