INA Loudou dan ESY Bire beri keterangan pers saat Festival Budaya Kelurahan Manutapen 2, Kamis (01/10/2026). Doc. marthenradja/cnc
Citra News.Com, Kupang – PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang menggelar Festival Budaya di 51 kelurahan. Tujuannya selain melestarikan budaya, juga membangun karakter manusia dan menggerakan ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kupang, Ina Loudou, mengatakan hal itu saat pembukaan Festival Budaya Kelurahan Manutapen 2, Kamis (01/10/2026).
Dia menjelaskan, pihaknya memanfaatkan Festival Budaya untuk mendata kelompok UMKM yang berada di wilayah kecamatan dan kelurahan.
Dari sisi pemerintahan, pendataan UMKM dilakukan untuk mengetahui seberapa besar minat masyarakat melakukan usaha yang tidak saja untuk memajukan perekonomian keluarga tapi sekaligus juga meningkatkan pendapatan daerah.
“Melalui ajang Festival Budaya Pemkot Kupang menjadi langkah awal bagi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk memastikan intervensi program apakah tepat atau tidak sasarannya pada kelompok UMKM setelah masuk dalam data base. Karena masih terdapat banyak pelaku UMKM yang belum terjangkau atau tercatat dalam basis data pemerintah. Sehingga melalui kegiatan Festivak Budaya, Dinas Parekraf Kota Kupang berupaya mengidentifikasi jumlah pelaku usaha, jenis produk yang dihasilkan, serta kelompok yang berpotensi memperoleh pembinaan dan dukungan pengembangan usaha”, beber Ina.
Setelah pendataan, tambah Ina, pihak dinas melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap produk yang dihasilkan kelompok UMKM. Pembinaan diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas produksi, termasuk membantu pengurusan perizinan agar produk dapat dipasarkan dengan lebih aman dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Jadi kami selalu hadir mengikuti kegiatan Festival Budaya. Tujuannya untuk mendata keterlibatan kelompok UMKM yang ada di pemerintahan kecamatan dan kelurahan.
Memang ada banyak kelompok UMKM di Kota Kupang tapi mungkin ada yang belum kami jangkau dan terdata. Sehingga melalui momentum seperti ini kami mendata berapa jumlah UMKM yang sekiranya berpotensi untuk kami bina dan intervensi dengan modal usaha untuk pengembangannya”, tegasnya.













