Dokter CHRISTIAN Widodo menumpahkan air kelapa penanda meminta restu, dukungan, dan penjagaan para leluhur “Lera Wulan Tana Ekan” selama event budaya berlangsung. Doc. marthenradja/cnc
Citra News.Com, KUPANG – WALI KOTA Kupang, dr. Christian Widodo menegaskan, pembangunan manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur. Sebab, kota yang memiliki bangunan megah dan jalan yang baik belum tentu dapat disebut maju apabila masyarakatnya belum menikmati pelayanan kesehatan dan pendidikan yang memadai, serta belum mampu hidup dalam suasana saling menghormati dan bertoleransi.
“Membangun kota tidak cukup dengan memperlebar jalan, mendirikan gedung, atau mempercantik wajah perkotaan. Kemajuan sejati juga ditentukan oleh kualitas manusia, karakter masyarakat, dan kemampuan warga merawat perbedaan di tengah keberagaman”, demikian Christian saat membuka Event Budaya Kelurahan Naikoten 2 di halaman Kantor Delsos St. Yosef Naikoten, Kota Kupang, Senin (12/10/2026).
Kegiatan Event Budaya yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 itu menjadi salah satu wujud pendekatan pembangunan pemerintah kota yang menempatkan manusia, kebudayaan, dan kebersamaan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
Misi membangun manusia inilah yang mendasari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar event budaya di setiap kelurahan. Penyelenggaraan event budaya di setiap kelurahan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pemkot Kupang menempatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk memperkuat identitas masyarakat, membuka peluang ekonomi bagi warga, sekaligus membangun karakter yang menghargai keberagaman.
Christian menjelaskan, ada tiga tujuan utama yang hendak dicapai melalui kegiatan budaya di tingkat kelurahan. Pertama, melestarikan budaya sebagai identitas dan kekayaan masyarakat. Kedua, menggerakkan ekonomi warga melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat setempat. Ketiga, membangun karakter manusia agar mampu hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Ketiga tujuan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada program fisik dan ukuran keberhasilan administratif. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab membangun ruang sosial yang memungkinkan warga berinteraksi, bekerja sama, dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Menurut Christian, keberhasilan pembangunan Kota Kupang selama ini merupakan hasil kerja bersama, bukan semata-mata pencapaian wali kota dan wakil wali kota. Ia menyebut sejumlah penghargaan yang diterima pemerintah kota, antara lain Terbaik III dalam layanan kesehatan, penghargaan terkait Program 3 Juta Rumah dengan dukungan 250 unit rumah, Terbaik II untuk wilayah Timur Indonesia yaitu Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Serta Terbaik I Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Semua keberhasilan yang ada bukan saya atau Ibu Wakil Wali Kota, tetapi hasil kerja bersama atau kerja tim. Ini adalah hasil kerja super tim, bukan superman,” tegas Christian sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Kota Kupang, khususnya masyarakat Kelurahan Naikoten 2, atas keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah.













