Penuhi KEWAJIBAN Sebelum Menuntut HAK

Hak dan Kewajiban adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Namun keduanya akan saling bertolak belakang jika tidak didukung dengan administrasi yang memadai. Seperti halnya tuntutan para guru honor daerah (Honda) agar Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Disdik NTT) harus tepat waktu membayarkan gaji sementara dari pihak sekolah mengabaikan laporan sebagai prasyarat  administrasi.

 

Kupang, citra-news.com – KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tengara Timur , Yohanna Lisapaly, SH mengingatkan para guru honor daerah (Honda) yang dibiayai dengan dana APBD provinsi untuk memenuhi kewajiban-kewajiban administrasi sebelum menuntut haknya.

“Kami tidak membayar begitu saja gaji guru honor daerah yang tersebar di SMA/SMK se-Provinsi NTT, sebelum laporan akan pelaksanaan tugas dari sekolah masing-masing belum kami terima. Dan juga sangat tidak mungkin hari ini kami (Disdik NTT) terima berkas laporan lalu keesokan harinya kami bayarkan,”kata Yohanna menyusul adanya pengeluhan dari sejumlah guru Honda dan melakukan aksi mogok mengajar.

Dia mengakui, pasca pengalihan kewenangan penanganan pendidikan tingkat SMA/SMK dari kabupaten ke provinsi, sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 maka urusan administrasinya disana-sini masih mengalami kendala. Salah satunya adalah administrasi mengenai guru honor daerah. Dengan penanganan urusan administrasinya dilakukan secara berjenjang dalam mana dari guru honor daerah memasukan laporan ke kepala sekolah melalui tenaga administrasi yang ada kemudian ke UPTD terdekat lalu dari UPTD ke dinas pendidikan provinsi.

Menjawab citra-news.com dalam hal upah/gaji, mantan Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Setda Provinsi NTT itu mengatakan, setiap guru honor daerah mempunyai hak dan kewajiban yang sama. “Setelah menjalankan kewajiban mengajar sudah tentu hak para guru kontrak adalah menerima upah atau gaji. Namun hak mereka belum bisa terpenuhi jika laporan pelaksanaan tugas atau laporan hasil kerja para guru honor dari sekolah belum kami terima. Jikalau laporannya sudah diterima pun harus dilakukan pemindaian data terhadap laporan yang ada. Sehingga  pembayarannya bisa tertunda,”jelas Yohanna.

Jadi pembayaran gaji para guru honor daerah, lanjut dia, membutuhkan proses yang sedikit memakan waktu. Proses yang dimaksud adalah setelah laporan dari guru-guru honor daerah melalui sekolahnya masing-masing, kami harus melakukan pemindaian data laporan yang ada. Setelah semuanya beres baru kita mentransfer uang ke masing-masing nomor rekening para guru honor yang terdata sesuai SK yang ada,”jelas Yohanna.

Mempertegas pernyataan Yohana, Sekretaris Dinas Drs. Aloysius Min mengatakan, ketika kita mentransfer gaji para guru honor yang ada melalui Bank NTT, masih juga ditemukan kesalahan-kesalahan teknis lainnya. Seperti kesalahan dan atau angka nomor yang tidak valid.

“Bisa dibayangkan bagaimana rumitnya administrasi yang ada. Sudah sampai pada tahapan transfer uang pun ada beberapa guru honor yang ada terjadi kesalahan-kesalahan teknis. Iya karena tidak valid maka pihak Bank NTT mengembalikan berkas data yang ada dan kita memulai proses dari awal lagi. Walau demikian kami terus berupaya untuk menyelesaikan proses administrasi secara baik. Jadi prosedur adminitasi sampai pada gaji diterima masing-masing guru, tidak semudah yang dibayangkan orang. Sehingga dari proses yang sedikit memakan waktu (terlambat) itu tidak hanya dari salah satu sisi saja. Ada banyak aspek yang saling mendukung satu diantara yang lainnya. Jangankan gaji guru honor daerah yang terlambat, kami yang PNS murni saja bisa terima gaji diatas tanggal 10 dalam bulan,”papar Alo.

Sehingga terkait dengan guru honor daerah, tambah Alo, diperlukan kerjasama antara guru honor dengan kepala sekolahnya menjadi kunci utama untuk penyelesaian proses-proses administrasi selanjutnya. Meskipun masih membutuhkan penyempurnaan disana-sini tapi untuk  gaji guru honor daerah pada catur wulan pertama 2018 semuanya sudah terbayarkan. Ke depannya kami terus melakukan pembenahan-pembenahan agar masalah serupa tidak terulang, harap Alo. +++ cnc1

 

Gambar : Yohanna Lisapaly, SH dan Drs. Aloysius Min (doc. marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *