MEDIA Massa Mendorong SEMANGAT Kami Membangun

Frans Lebu Raya: Terima kasih kepada media massa senantiasa memberikan pencerahan, semangat dan motivasi bagi kami untuk terus berjuang membangun daerah NTT ini menuju perubahan kehidupan masyarakat NTT, dari waktu ke waktu menjadi lebih baik.

Kupang, citra-news.comMASA JABATAN Drs. Frans Lebu Raya dan Drs. Benny Alexander Litelnoni, M.Si sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2018 telah berakhir pada tanggal 16 Juli 2018 pukul 24.00 Wita.

Seperti ungkapan klasik mengatakan, datang tampak muka pergi tampak punggung. Demikian halnya FRANS dan BENNY sebelum mengakhiri masa tugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, keduanya berpamitan dengan jajaran aparatur sipil negara (ASN) lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam acara ‘temu pisah’ (farewell party) pada Jumat 13 Juli 2018 di GOR Oepoi Kupang,  yang bertabur linangan air mata itu, Frans dalam sambutannya berulangkali menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat NTT. Baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dengan caranya sendiri dalam membangun daerah NTT menjadi lebih maju dan mandiri.

“Seluruh dukungan ini kami tidak bisa membalasnya dengan apa-apa. Kami hanya bisa membalasnya dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Sebagaimana awal kepemimpinan saya telah mengitrodusir itu. Bahwa hanya dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas dengan hati yang ikhlas, kehidupan rakyat NTT pasti terus maju dan berkembang. Dan saya secara terus menerus menyuarakan itu kemana-mana,”ucap Frans.

Kerja keras yang ada ini, lanjut dia, tidak hanya oleh komponen ASN akan tetapi kerja keras oleh seluruh komponen masyarakat. Membangun masyarakat di Provinsi NTT ini kita bisa menyaksikannya sampai ke pelosok desa. Mudah-mudahan apa yang sudah dikerjakan itu dirasakan oleh masyarakat NTT. Tapi kami optimis akan terus maju. Akan terus maju dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang baru. Dan itu pasti akan lebih maju dan berkembang ke depannya.

“Dan pada kesempatan ini pula saya dan pak Wagub mengucapkan selamat kepada pak Viktor Laiskodat dan pak Yoseph Nae Soi yang telah terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT,”tegas Frans.

Gubernur NTT dua periode ini juga memberikan apresiasi kepada James Riyadi dan para pengusaha lainnya yang telah berinvestasi di wilayah NTT. Saya (Frans Lebu Raya) sudah bertemu beberapa kali dengan pak James Riyadi. Saya bercerita tentang NTT lalu saya ajak beliau datang ke NTT untuk bersama-sama mengambil bagian dalam membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ada beberapa orang yang saya ajak, tapi yang datang pertama itu adalah peliau. Dan tidak tanggung-tanggung pertama beliau membangun pendidikan. Kemudian kesehatan, dan bidang ekonomi.

Terima kasih kepada semua investor, semua perusahaan yang sudah datang berinvestasi di daerah ini. Juga terima kasih kepada media massa baik nasional maupun lokal yang sudah dan terus memberikan pencerahan, semangat dan motivasi kami untuk terus berjuang membangun daerah ini, ucapnya.

Saya berterima kasih kepada pak Wakil Gubernur karena selama 5 tahun kami mampu menjaga kebersamaan dalam memimpin daerah ini. Iya itulah kami berdua. Dengan berbagai kekurangan dan tentunya kami juga mempunyai kelebihan. Kalau kami tidak punya kelebihan tidak mungkin lima tahun lalu kami terpilih jadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Dalam membangun daerah ini, beber Frans, kalau dulu orang selalu pesetkan NTT ini dengan ‘Nasib Tidak Tentu’. Akan tetapi kini sudah berubah dan telah kita buktikan sebagai ‘Negeri Terindah Toleransi’. NTT daerah yang toleran, daerah yang rukun, daerah yang damai. Dalam kepelbagaian dan dalam pluralitas kita mampu menjaganya dalam kebersamaan dan toleransi dan kedamaian di daerah ini.

Saya senang karena kalau ada kejadian di luar sana, di pulau lain di propinsi lain sana, sekarang tidak cukup berpengaruh terhadap anak muda kita di Kupang NTT. Ini semua menunjukkan bahwa kita menjadi lebih dewasa menyikapi seluruh peristiw yang terjadi diluar sana. Terutama yang berkaitan dengan urusan agama. Itu sudah bisa kita buktikan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi kemarin-kemarin.

Sekarang NTT sudah berubah dan semakin berubah dari waktu ke waktu. Tapi jagalah kerukunan, tolerasi, perdamaian, persaudaraan, persahabatan, di daerah ini. Karena modal itulah yang terpenting yang kuat dan sangat kuat kita miliki dan kita pegang teguh untuk membangun daerah NTT yang kita cintai bersama ini. Apapapun perbedaan kita bicarakan bersama-sama. Itu pasti ada jalan keluarnya.

Saya bersama Wakil gubernur, pak Sekda dan seluruh jajaran ASN, seluruh pimpinan dan anggota DPRD NTT, juga seluruh elemen masyarakat di daerah ini. Mari terus berjuang dan terus bekerja keras untuk mewujudkan NTT menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera di masa-masa yang akan datang. Itulah hidup ada yang kurang ada yang lebih. Tidak ada hidup yang sempurna. Selalu ada sisi kurang dan ada sisi lebih. Itulah kita dan itulah manusia.

Atas segala kekurangan mohon kami dimaafkan. Ada banyak PR yang belum kami kerjakan. Juga ada harapan yang belum bisa kami wujudkan. Atas sikap dan perilaku kami, kata-kata yang kurang menyenangkan, tindakan kami yang mungkin menyakiti hati bapak ibu sekalian dan kepada seluruh masyarakat NTT, kami mohon maaf. Mohon kami dimaafkan dan doakan kami agar kami sehat dan mudah-mudahan kami masih berguna. +++cnc1

Gambar : Pose bersama Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya didampingi Ny. Lusia Adinda Lebu Raya, Wakil Gubernur Benny Litelnony, Sekda NTT Ben Polo Maing, Ketua DPRD NTT Anwar Puageno serta kalangan pejabat Eselon II lingkup Setda Provinsi NTT. Doc. marthenradja/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *