LIAR Membuang SAMPAH Dikenai SANKSI Berat

MAUMERE Dijuluki Kota Sampah? Bupati Roby Idong perintahkan Satpol PP untuk menertibkan masyarakat dari perilaku ‘liar’ membuang sampah. Masyarakat akan dikenai sanksi berat bila berperilaku merugikan banyak orang ini.

Maumere, citra-news.com – JIKA Presiden JOKO Widodo melakukan blusukan ke tengah masyarakat miskin secara ekonomi maka Bupati ROBY Idong turun blusukan ke titik-titik pembuangan sampah liar yang tersebar di Kota Maumere.

Langkah tepat menyambut awal musim hujan dan 100 hari kerja Bupati Sikka yang baru bernama lengkap Fransiskus Roberto Diogo Idong ini, bertujuan untuk menyusun strategi penanganan secara terintegrasi sehingga Kota Maumere tidak lagi dijuluki sebagai ‘Kota Sampah’.

Pada Kamis, 4 Oktober 2018 Bupati ROBY Idong turun memantau secara langsung ke beberapa titik pembuangan sampah liar di Kecamatan Alok yang selama ini terkenal dengan onggokan sampahnya itu. Diantaranya di kwasan cross way kalimati, kawasan sekitar Taman Doa Kristus Raja, kawasan pelabuhan Laurens Say, dan wilayah sepanjang jalan utama permukiman pimpinan DPRD Kabupaten Sikka.

“Saya perlu melihat secara langsung ke tempat-tempat ini untuk menyusun cara penanganan yang lebih tepat tentang cara mengelola sampah yang baik dan benar. Juga cara menata drainase Kota Maumere. Tentunya kita bersama menginginkan agar Kota Maumere bebas sampah dan bebas banjir dalam 100 hari pertama awal kepemimpinan kami,”jelas Roby.

Dalam perbincangan dengan warga kota Bupati Roby mendapat laporan masyarakat yang seolah-olah melempar tanggung jawab. Ibarat ‘cacing lapor ular’ saja alias saling menyalahkan isi laporan masyarakat yang didengar Bupati Roby. Salah satunya dari ibu Kadijah kalau pembuangan sampah di lokasi itu dilakukan oleh orang yang tidak dikenal.

“Mereka datang buang sampah disini tengah malam pake oto, pak. Ada yang menggunakan oto plat merah (mobil pemerintah) membongkar sampah dan dibuang di lokasi ini,”ucap Kadijah.

Dari keluhan-keluhan yang seolah-olah menuduh salah satu pihak saja itu, Bupati Roby berjanji akan menempatkan petugas Satpol PP.  “Nanti kita tempat petugas untuk memantau orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Petugas ini nanti foto siapa saja yang melanggar. Tidak peduli pejabat atau siapapun dia yang sudah berperilaku liar atau sembrono saja membuang sampah. Karena berdampak merugikan banyak orang,”kata Roby.

Di lokasi lainnya yakni di seputaran Taman Doa Kristus Raja, Camat Alok Pedro Rodriques mengatakan di titik ini biasanya air got (drainase) meluap ke jalan karena mampet. Sehingga Bupati Roby menyarankan agar di titik ini dibangun drainase yang digali lebih dalam dan dibangun agar lebar. Dan terusannya ke kalimati sehingga tidak menimbulkan banji di lokasi ini.

“Kawasan Taman Doa Kristus Raja ini arean yang mestinya bersih, indah, dan bernuansa spiritual. Karena itu tidak boleh lagi daerah ini menjadi muara banjir,”tegasnya.

Rencana membangun drainase dengan kedalaman dan cukup lebar ini juga, harap Bupati Roby, dibangun di area Syahbandar Pelabuhan Lorens Say (sebelumnya bernama Sadang Bui) dan di lokasi seputaran Rumas Dinas pimpinan DPRD Sikka.

“Iya kita bangun sesuai kemampuan anggaran kita. Meski perlahan tapi pasti kita menciptakan Kota Maumere yang bersih dari sampah dan banjir,”ungkap Roby. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Bupati Roby Idong (depan kedua dari kiri) blusukan ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar di cross way Kalimati Kota Maumere, Kamis 4 Oktober 2018.

Foto : doc. Armando WS/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *