Bupati Roby juga dalam sambutannya mengingatkan, mutasi dan pelantikan pejabat Eselon ini tidak ada dendam politik. ”Tidak ada yang merasa ini dibuang atau ini karena dendam politik. Saya katakan tidak ada dendam politik. Semua jabatan itu sama pentingnya,”ucapnya.
Upaya Promosi Bukan Hukuman
Mantan Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka itu berharap, para pejabat yang mengemban tugas di era kepemimpinannya (Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wakilnya Romanus Woga), hendaknya membawa perubahan yang besar dalam pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi pemerintahan sekarang.
Jabatan yang diemban adalah kepercayaan negara. Karena itu Bupati Roby minta kepada pejabat yang baru dilantik agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Jaga kepercayaan yang diberikan ini dengan bekerja jujur dan penuh tanggung jawab.
Diketahui, sebelum menduduki jabatan dibuat perjanjian atau fakta integritas. Bahwa kalau kerja tidak benar jabatan ini diambil kembali. Kalau kerja benar kita pertahankan. Karena itu saya (Bupati Roby) berharap kepercayaan yang diberikan dijalankan penuh tanggung jawab.
“Silahkan berkinerja sebagai upaya untuk promosi. Saya peringatkan mutasi dan pelantikan ini tidak dianggap sebagai hukuman. Mutasi ini sudah sesuai prosedur dengan pendekatan professional. Pergeseran ini dilakukan karena rakyat membutuhkan pejabat yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya.













