RAMOS Ajak KADER Partai Terus BERKARYA

Walau bayangan semu terus mendera namun untuk menjawabi kebutuhan ekonomi kerakyatan kader Partai BERKARYA tetap berupaya maksimal mencari jalan keluar. Asal saja satukan tekad hati, eratkan tangan menggandeng maka akan menjamah kesuksesan. Sebab banyak jalan menuju Roma, bukan?

Kupang, citra-news.com – KETUA DEWAN Pimpinan Daerah Partai BERKARYA (DPD PB) Kabupaten Belu, RAMOS menyatakan pihaknya telah maksimal melakukan sesuatu untuk peningkatan ekonomi kerakyatan di wilayah batas negara itu.

Upaya dmaksud dalam kerangka  meningkatkan elektibilitas partai menyongsong Pemilhan umum (Pemilu) secara serentak 2019. Atau tepatnya pada Rabu 17 April 2019 dilaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil (Pilpres) serta Pemilihan anggota legislative (Pileg) DPD, DPR, DPRD Provinsi dan kabpaten/kota se-Indonesia.

“Selaku kader Partai BERKARYA kami berupaya semaksimal mungkin. Terutama dalam aam membina dan mempersiapkan para calon angota legislatif (Caleg) untuk bisa memperoleh kursi di parlemen. Cara sederhana yang tidak lasim adalah dengan membentuk kelompok usaha ekonomi produktif (UEP) di masing-masing wilayah DPD,”jelas Ramos saat ditemui citra-news.com di Posko DPW PB NTT di bilangan Kampung Paradiso Oesapa Kota Kupang Provinsi NTT, Rabu 20 Maret 2019.

Hal terkesan dari hasil kunjungan Ketua Umum (Ketum) Partai BERKARYA, Hutomo Mandala Putera (HMP) ke wilayah Timor Barat NTT Indonesia, menurut Ramos, sudah sesuai dengan penjadwalan pihak DPP yang disampaikan melalui anggota Komando Daerah Pemilihan (Kodapil), Maria Lilyana Meko. Tapi sayangnya seperi yang dikomentari Kodapil Lily Meko jelang kedatangan HMP ke NTT bahwa HMP akan datang memberikan bantuan modal usaha ke kelompok-kelompok UEP, pada kenyatannya semu belaka.

Bahwa kami diminta loyalitas dan partisipasinya untuk menanggung biaya kedatangan Ketua Umum Partai BERKARYA ke wilayah kami khususnya, kami sudah lakukan, tegas Ramos. Kami sudah menyambut Ketum HMP dengan baik saat berkunjung ke Atambua Kabpaten Belu. Akan tetapi ada komentar-komentar yang disampaikan Kodapil, Maria Lilyana Meko bahwa akan ada bantuan dari partai ke para kelompok petani binaan kader partai, masih terus menjadi bayangan semu belaka sampai dengan saat ini.

Menurut Ramos, belum ada wujudnya seperti apa yang dikomentari Kodapil Lily Meko ini. Pertemuan Ketum HMP dengan para petani binaan DPD-DPD Partai BERKARYA, mulai dari pertemuan di Atambua Belu, Kefa TTU, dan SoE TTS tidak ada realisasinya, tandasnya.

“Saya (Ramos) berharap bahwa kehadiran Ketum HMP ini bisa meningkatkan parlemen treshort Partai BERKARYA di NTT khususnya, bisa mencapai 70-80 persen. Tetapi iya kita lihat saja nantinya. Dengan ketiadaan dana saksi ini apakah juga akan berpengaruh pada target-target ini? Bahwa dana saksi harus ditanggung oleh DPD-DPD khususnya para Caleg (calon anggota legislative) sendiri. Itu yang memberatkan. Karena diketahui bila ketiadaan dana saksi maka setiap DPD Partai BERKARYA akan kehilangan 1500-2000an suara di Pemilihan Legislatif tanggal 17 April 2019. Padahal beberapa partai lainkan dana saksi ditanggung oleh DPP,”jelas dia.

Dia mengungkapkan, dengan nama beken Partai BERKARYA yang dimotori oleh seorang Hutomo Mandala Putra (HMP) yang adalah anak mantan Presiden RI ke-2 mendiang Soeharto, hampir pasti simpati rakyat Indonesia khususnya NTT terus menggunung. Akan tetapi dengan tidak digelontorkan dana saksi dari DPP, maka akan berpengaruh besar terhadap elektiblitas partai ini.

“Hemat saya dana saksi menjadi salah satu indicator sukses tidaknya Caleg kita mendulang suara. Minimnya peranserta DPP dalam membesarkan partai ini di daerah-daerah berimplikasi pada eksistensi partai BERKARYA ke depannya. Karena bagi saya rasanya sulit untuk menggapai target  secara signifikan. Ini yang kami sangat sesalkan. Kenapa pihak DPP dalam peransertanya membesarkan partai ini di daerah-daerah sangat tidak signifikan?”ucapnya retoris.

Menjawab titik lokasi di Kabupaten Belu yang dikunjungi HMP, Ramos menjelaskan, berlokasi di HAIKRIT Desa Manlete Kecamatan Tasifeto Timur Kabpaten Belu Provinsi Nusa Tenggaa Timur (NTT). Sesungguhnya ini lahan kebun milik kami sendiri yang juga kader Partai BERKARYA. Di lokasi Haikrit kami telah membuka perkebunan jagung lebih kurang 10 hektar. Dan persawahan sekitar 100 hektar. Pengadaan benih, pupuk, dan obat-obatan dari hasil swadaya kelompok.

Menurut Ramos, jauh sebelum ada Partai BERKARYA lahan yang ada sudah dimanfaatkan setiap tahunnya dan ditanami tanaman pertanian dan holtikultura lainnya. Oleh karena itu bila ada bantuan peralatan dari partai maka kami yakin produksi pertanian akan meningkat. Dan implikasinya pada peningkatan ekonomi bagi kempok tani yang ada.

Nah, dari kunjungan kerja HMP yang pertama kalinya ini, beber dia, HMP memberikan pengarahan bagaimana kita meningkatkan nilai panen system tanam modern. Tapi saya (Ramos) ngomong ke Ketum HMP bahwa untuk pertanian di era sekarang membutuhkan mekanisasi peralatan. Karena ketiadaan tenaga kerja atau keterbatasan SDM mendorong adanya penggunaan mesin. Mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

Diketahui bersama, jelas Ramos, di NTT banyak sekali orang yang jadi TKI dan mereka berangkat kerja keluar negeri. Hampir tidak ada lagi tenaga kerja produktif yang kita miliki. Sehingga saya katakan ke beliau bahwa dalam upaya meningkatkan produksi pertanian di era ini diperlukan mekanisasi atau peralatan pertanian modern. Sehingga alangkah baiknya jika dibantu peralatan pertanian kepada  kelompok-kelompok tani yang ada, tandasnya.

Namun saat itu, lanjut dia, Ketum HMP menganjurkan peralatan mesin pertanian dimaksudkan itu kita dianjurkan untuk mengajukan kredit lunak. Mestinya jika saja Ketum HMP dapat menalangi kebutuhan mekanisasi ini maka areal usaha pertanian yang ada dapat menjadi ‘Kebun Contoh Partai BERKARYA’. Apalagi lahan ini milik dari kader partai besutan Hutomo Mandala Putra, yakni Partai BERKARYA.

“Karena saya sebagai Ketua Patai BERKARYA di wilayah Belu ingin membuktikan karya nyata atau ‘Berkarya Nyata’. Saya tidak sekadar cerita kosong. Dalam hal ini Kodapil Maria Lilyana Meko dalam mengambil peran memfasilitasi untuk bagaimana kelompok pertanian di Kabupaten Belu bisa mendapatkan angin segar berupa bantuan peralatan. Tapi ini belum mendapat jawaban pasti. Iya ini hanya sebatas pada bayangan yang semu saja,”tegasnya.

Sembari menambahkan, untuk meningkatkan ekonomi mikro maka  model pertanian saat ini tidak sekadar meningkatkan pengetahuan. Akan tetapi membutuhkan sentuhan peralatan modern yang bisa dioperasikan sendiri. Jadi sepertinya Kodapil Lily Meko dalam setiap kesempatan kedatangannya ke NTT dan bertemu dengan para Ketua DPD, hanya sekadar memberi harapan ibarat tiupan angin sorga alias janji kosong belaka.

Tapi sebagai kader partai kami tidak menyerah. Ke depan kami akan mencari jalan keluar (solusinya) untuk bisa terpenuhinya kebutuhan kelompok tani yang ada. Karena itu dengan cara bagaimanapun ke depan kami harus mampu mengangkat kehidupan para petani dari kondisi saat ini ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih mandiri lagi.

“Bila sampai partai BERKARYA tidak membantu pun, kami akan berupaya maksimal mencari donator-donatur lain untuk bisa membantu kami dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat banyak. Karena pertanian menjadi sector unggulan,”ucap Ramos.

Sang ‘Pendekar’ partai BERKARYA di ujung Timor Indonesia alias penjaga gerbang perbatasan negara Timor Leste dengan NKRI ini menaruh harapan agar seluruh DPD Partai BERKARYA di NTT tidak patah arang dalam berjuang memajukan partai ini ke depan.

Berulang Ramos menegaskan, meskipun Kodapil Lily Meko yang menjadi penyambung lidah DPP telah menggantung harapan dan menaruh kekecewaan pada kelompok tani dan nelayan khususnya di DAPIL NTT 2. Namun perjuangan kita belum selesai. Kita optimis dengan bekerja (berkarya) dan terus berkarya nyata maka akan ada jalan terbuka lebar untuk kita. Masih ada banyak donator yang bisa kita gandeng bersama membangun rakyat. Asal saja mau bersama berjuang membesarkan partai ini ke depannya +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Perintis partai Partai BERKARYA di Prov. NTT dari kiri ke kanan/Kika, RAMOS-Ketua DPD PB Kabupaten Belu, MAGNUS Kobes-Ketua DPD PB Kabupaten TTU, dan Antonius (TONY) Kaunang-Ketua DPW PB NTT di Posko DPW PB NTT, Kota Kupang Provinsi NTT, Rabu 20 Maret 2018.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *