PESPARANI 2020 Harus Sodorkan KESAN Bangkit dan Sejahtera

NTT dipastikan menjadi Tuan Rumah Pesparani tingkat Nasional tahun 2020. Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menginginkan penyelenggaraaan kegiatan ini harus bisa meninggalkan kesan mendalam untuk 50 tahun ke depan. Bagaimana cara panitia memenuhi keinginan sang Gubernur? Berikut nukilannya….

Kupang, citra-news.com – SAYA (JULIE Sutrisno Laiskodat) coba menjembatani dan menterjemahan keinginan serta arahan Gubernur NTT agar penyelenggaraan kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam untuk 50 tahun ke depan. Permintaan ini mesti dimaknai dalam visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Even-even tahunan baik itu tingkat provinsi maupun nasional tidak sekadar dilakukan karena anggarannya ada. Gubernur tidak mau seperti itu.

Demikian JULIE Laiskodat, anggota Dewan Pengarah di kepanitiaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional tahun 2020, di Ruang Rapat Asisten Setda Provinsi NTT di Gedung Sasando Kantor Gubernur, Kupang, Jumat 17 Mei 2019.

Pelaksanaan even nasional Pesparani ini menurut Julie, tidak juga dilaksanakan secara mewah dan gagah-gagahan. Bukan pula menghabiskan anggaran besar sehngga membekas dalam ingatan peserta dan mengangkat nama NTT. Itu hanya satu aspek saja yakni NTT bangkit. Nama NTT mencuat namun aspek sejahteranya tidak nampak.

“Jujur saja Gubernur tidak mau hanya satu unsur saja. Harus ditonjolkan NTT Bangkit dan Rakyat Sejahtera. Bangkitnya berarti nama NTT terkenal benar. Tapi sejahteranya harus dapat, terutama untuk masyarakat. Jadi dua aspek ini yang harus kita tonjolkan dari kegiatan Pesparani tingkat nasional ini. Dan itu yang menjadi tujuan yang diinginkan Gubernur,”tegas Julie.

Untuk itu dalam menyukseskannya Julie berharap keterlibatan dan partisipasi aktif semua elemen dan perangkat daerah yang ada. Iya TNI/Polri dan mitra-mitra terkait lainnya harus  tlibat secara aktif. Karenanya dalam pertemuan tersebut Julie langsung melakukan presensi terhadap peserta yang hadir mengikuti rapat.

“Hajatan ini adalah hajatan nasional. Kita tidak boleh sekadar  duduk saja. Tetapi harus melakukan persiapan yang matang dari waktu ke waktu. Kita sudah berusaha keras menjadi tuan rumah setelah penunjukan lansung. Itu menjadi utang dan pekerjaan berat kita. Kita tidak boleh sia-siakan perjuangan ini. Kita harus bergandengan tangan untuk mensukseskan acara ini,”kata Julie seperti dikutip Aven Reme dari Biro Humas dan Protokol Setda NTT.

Sembari meminta agar semua pihak yang terlibat untuk bekerja out of the box, bukan in the box. Harus mulai dengan standar nasional bahkan internasional. Jangan pakai ukuran yang biasa kita lakukan selama ini. Dia berharap dalam merenovasi arena-arena tidak hanya berorientasi untuk sukseskan Pesparani tetapi juga untuk kepenetingan pelayanan publik di NTT yang lebih baik ke depannya.

“Pada Kamis 9 Mei 2019 saya mengunjungi venue-venue (arena) yang direkomendasikan. Namun semuanya belum layak untuk perhelatan akbar ini. Saya minta selama satu tahun ke depan ini tolong diatur dan direncanakan anggarannya seperti apa. Kalau mau renovasi harus berpikir tidak hanya untuk menyuskseskan acara ini. Tetapi juga supaya standar kita NTT baik. Terutama untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Parkiran, tangganya harus ramah dengan mereka. Saya minta Bappeda memperhatikan secara serius hal ini,”pinta Julie.

Diakhir arahannya, Ketua  Dekranasda Provinsi NTT itu berharap agar kegiatan Pesparani Nasional 2020 di Kupang, ibukota Provinsi NTT ini harus bisa menggerakan sector pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT. Ribuan manusia yang datang tidak mungkin hanya untuk mengikuti acara tersebut. Mereka juga pasti akan cari tahu tentang NTT, khususnya Kota Kupang punya apa saja.

“Pariwisata bersama ASITA (Asosisasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) tolong pikirkan paket tour yang simple dan terjangkau supaya mereka punya pilihan untuk pesiar disini. Kalau yang datang 12-15 ribu orang maka harus dipikirkan juga penginapannya. Dinas PUPR Provinsi dan Kota Kupang harus bisa petakan mana yang bisa dibedah rumahnya untuk homestay. Karena jumlah kamar hotel kita tidak cukup,” kata Julie.

Dinas Perindag dan Koperasi UMKM harus juga mereka mau makan apa, oleh-oleh apa yang mereka bisa bawa pulang apa saja. Petakan semua kelompok UMKM, pinta Julie, agar supaya kita jualan juga sejahteranya bisa dapat, pungkasnya.

Harus Lebih Hebat Pesparani di Ambon

Ketua Umum Panitia Pesparani Nasional ke-2, Jamaludin Ahmad dalam arahannya mengatakan, untuk menjawab kepercayaan pemerintah pusat terhadap NTT maka sesuai harapan dari Gubernur NTT harus bisa lebih baik dan lebih hebat dari Pesparani pertama yang diselenggarakan di Ambon.

“Event ini harus multiplier effect. Terutama pariwisata sebagai prime mover dan terkoneksi dengan visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Semua perangkat daerah dan elemen terkait harus bergandengan tangan.  Kita akan keluarkan surat resmi supaya semua perangkat daerah mulai memasukkan perncanaan dan penganggaran untuk mensukseskannya. Acara ini harus punya dampak positifterhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,”jelas Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) NTT itu.

Sementara Frans Salem selaku Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katholik Daerah (LP3KD) NTT menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan Pasparani Nasional di Kupang yang terhebat sudah viral dimana-mana. Karenanya banyak orang yang mau datang dan mengikuti kegiatan ini nantinya.

“Secara nasional juga Pesparani di NTT memberikan warna tersendiri saat Gubernur menunjuk Ketua PWNU NTT sebagai ketua panitianya. Artinya Pesparani adalah medium merajut persaudaraan sejati. Kita ingin NTT siapkan diri dengan baik karena banyak sekali orang yang akan datang ke NTT. Untuk buktikan bahwa NTT ingin jadi Tuan Rumah terbaik 50 tahun ke depan,”ucap Salem.

Senada dengan Salem, Ketua Tim 15 Sinun Petrus Manuk menambahkan, puncak pelaksanaan Pesparani Nasional ke-2 direncanakan pada tanggal 28 Oktober 2020. Jumlah peserta diperkrakan mencapai 12 ribu orang. Untuk itu maka semua perangkat daerah dilibatkan dalam kepanitiaan. Begitu juga umat dari berbagai agama diikutsertakan.

Tampak hadir pada kesempatan, pimpinan dan utusan dari OPD lingkup Setda Prov. NTT, TNI/Polri/BIN daerah, dari unsure Keuskupan Agung Kupang, GMIT, Instansi vertikal di NTT, kalangan perguruan tinggi, Perwakilan BUMN/BUMD, ASITA, PHRI, HPI, insan pers dan undangan lainnya. +++ marthen/citra-news.com/avenreme-humasprovntt

Gambar : JULIE S. Laiskodat (duduk ke-3 dari kiri) di Ruang Rapat Asisten Setda Provinsi NTT di Gedung Sasando Kantor Gubernur, Kupang, Jumat 17 Mei 2019.     

Foto : Doc. CNC/humasprovntt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *