Peluang SMKN di Momentum PPDB System Online NON ZONASI

Foto orangtua siswa baru sedang antri di loket SMKN 5 Kupang di bilangan Jalan Nanga Jamal Naikoten 1 Kota Kupang, Timor NTT, Sabtu 29 Juni 2019. Doc. CNC/marthen radja

Mursalin : Walaupun di sekolah kejuruan tidak mengenal system Zonasi namun pelaksanaan PPDB online tetap dilakukan panitia seleksi sesuai aturan dalam petunjuk teknis pelaksanaan.

Citra-News.Com, KUPANG – KETUA PANITIA Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Kupang tahun ajaran (TA) 2019/2020, MURSALIN Ngala, S.Pd mengakui, pelaksanaan PPDB di sekolah menengah kejuruan tidak mengenal system zonasi  atau Non Zonasi. Namun dalam pelaksanaannnya harus sesuai dengan petunjuk teknis PPDB yang ada.

Foto Mursalin Ngala, S.Pd, di ruang kerjanya, Rabu 26 Juni 2019. Doc. CNC/marthen radja

Menurut Mursalin, panitia PPDB TA 2019/2020 sudah melakukan pendaftaran siswa baru selama tiga hari yakni tanggal 24-26 Juni 2019. Jika di SMA setiap harinya langsung melakukan verifikasi maka kami di SMKN 5 Kupang untu tahapan verifikasi baru kami lakukan mulai tanggal 29 Juni sampai dengan tanggal 01 Juli 2019.

“Setelah tiga hari buka pendaftaran, kemarin (Jumat 28 Juni 2019, red) kami lakukan rapat bersama orangtua dari siswa baru yang sudah termuat dalam aplikasi system online. Dalam rapat ini ibu Kepala Sekolah menghadirkan juga Ketua Komite Sekolah.  Dan hari ini kami lakukan pendaftaran ulang sesuai dengan 10 Jurusan atau Komptensi Keahlian (Komli) yang ada di SMKN 5 Kupang,”jelas Mursalin di sela-sela kegiatan verifikasi siswa baru di Aula SMKN 5 Kupang, Sabtu, 29 Juni 2019.

Foto 1 Orangtua dan siswa di meja panitia sesuai pilihan Komli masing-masing saat melakukan Verifikasi PPDB SMKN 5 Kupang  TA 2019/2020. Doc. CNC/marthen radja

Adapun jumlah siswa yang terdaftar sesuai dengan quota dengan 13 Rombongan Belajar (Rombel) yang ada di SMKN 5 Kupang yakni sebanyak 468 peserta didik. Ini jumlah quota yang ssuai dengan data lama (TA 2018/2019,red). Namun karena ada penambahan 2 (dua) Komli baru yakni Teknik Konstruksi dan Properti serta Komli Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Sehingga totalnya berjumlah 520 peserta didik baru.

Para siswa dan orangtua yang diundang datang melakukan pendaftaran dan verfikasi, jelas dia,  adalah peserta atau calon siswa SMKN 5 Kupang yang telah terdaftar dalam aplikasi system online. Setelah melakukanpendaftaran di loket, para orangtua dan siswa ke masing-masing meja panitia melakukan verfikasi.

Foto 2 Orangtua dan siswa di meja panitia sesuai pilihan Komli masing-masing saat melakukan Verifikasi PPDB SMKN 5 Kupang  TA 2019/2020. Doc. CNC/marthen radja

“Perlu kami jelaskan di masing-masing meja Komli ada tiga guru (panitia) dengan tugasnya masing-masing.  Masing-masing berperan selaku Pendaftar, Penginput Data, dan Verifikasi. Dari hasil pendaftaran dan verifikasi kemudian datanya dikumpulkan panitia seuai dengan Komli masing-masing. Yang dibuktikan dengan warna map snelhekter,”terang Mursalin.

Pantauan awak citra-news.com, Sabtu 29 Juni 2019 para orangtua/wali murid berdesak-desakan di depan loket pendaftaran. Pasalnya hanya dibuka satu loket saja sehingga terjadi penumpukan manusia. Walau demikian tidak terjadi aksi-aksi diluar perkiraan.

Salah satu guru panitia saat rehat mengatakan, pihaknya mengalami kejanggalan. Karena ada calon siswa baru yang tidak bisa baca tulis. “Saya heran koq bisa ada anak yang bisa lulus SMP. Sementara tidak tahu baca dan tulis. Tadi ada satu calon siswa saya suru dia baca dan tulis, tidak bisa dia lakukan. Ini bagaimana kalau dia ada di jurusan yang ada. Kan tidak mungkin di dalam praktek tidak ada hal yang harus dia baca atau dia tulis. Ini kan Aneh,” ungkapnya.

Foto 3 Orangtua dan siswa di meja panitia sesuai pilihan Komli masing-masing saat melakukan Verifikasi PPDB SMKN 5 Kupang  TA 2019/2020. Doc. CNC/marthen radja

Non Zonasi Untungkan SMKN

Menghadapi fenomena demikian, sambung guru panitia lainnya mengatakan, ini menjadi persoalan baru bagi Ketua Komli (Kakomli) saat menyajikan bahan ajar. Hal seperti ini menjadi kewenangan pihak dinas. “Kan ada Sekolah Luar Biasa. Pantasnya calon sisa seperti ini daftardi SLB saja,”saran guru yang tidak menyebut nama terangnya itu.

Hal senada juga disampaikan guru panitia yang mengaku bernama Domi Wadu. Dikatakannya, saat verifikasi ada data-data siswa yang nantinya menjadi pertimbangan panitia.  Apakah ada kebijakan-kebijakan lain ke depannya seperti apa. Selaku panitia kita melaksanakan sesuai dengan apa yang tertera dalam Juknis (Petunjuk Teknis).

“Kan masih ada waktu sesuai urat edaran dinas. Kalau kami disini  (SMKN 5 Kupang, red) jadwal verifikasi sampai dengan hari Selasa tanggal 2 Juli 2019. Sesuai jadwal Verifikasi dilakukan tanggal 29 Juni sampai dengan 01 Juli 2019. Tapi karena tanggal 30 Juni jatuh pada hari Minggu maka diperpanjang masa verifikasi sampai dengan hari Selasa,”ucap Domi.

Foto 4 Orangtua dan siswa di meja panitia sesuai pilihan Komli masing-masing saat melakukan Verifikasi PPDB SMKN 5 Kupang  TA 2019/2020. Doc. CNC/marthen radja

Lantaran terlalu lama menunggu alias antri, Eduard Amkeuni orangtua siswa bernama Yohanes B. Amkeun mengatakan, system PPDB Online menyulitkan orangtua siswa. “Ada orangtua yang bisa buka system online mungkin tidak menjadi masalah. Tapi ada orangtua yang tidak tahu maka bisa-bisa anaknya tidak bisa sekolah. Untung saja di SMKN ini tidak pake Zonasi. Kalau system zonasi mungkin juga banyak orangtua tidak bisa mendaftar anaknya di SMK,”ungkap Edu yang mengaku anggota Satpol PP NTT itu.

Sementara orangtua lainnya saat ditemui citra-news.com mengatakan, dengan tidak menggunakan system Zonasi sangat menguntungkan sekolah kejuruan dan orangtua. “Kami orangtua merasa terbantukan. Yang penting kita tahu cara mendaftar online kita daftar di SMK mana saja sesuai dengan bakat dan minat anak,”kata orangtua siswa bernama Defrits Bolengaser Nomleni itu.

Foto 5 Orangtua dan siswa di meja panitia sesuai pilihan Komli masing-masing saat melakukan Verifikasi PPDB SMKN 5 Kupang  TA 2019/2020. Doc. CNC/marthen radja

Terkait desakan orangtua di loket pendaftaran, Mursalin mengatakan, pihak panitia mengambilalih tugas dari pihak BRI. “Sebenarnya ini tugas dari BRI di loket pendaftaran/. Tapi karena hari Sabtu petugas BRI libur maka pihak panitia mengambilalih untuk sementara hari ini saja. Nanti Senin petugas BRI yang melayani orangtua yang datang mendaftar,”aku Mursalin.

Calon Wakil Kepala Sekolah (WAKA) Kesiswaan SMKN 5 Kupang itu mengatakan, sebagai sekolah kejuruan pihaknya mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan orangtua siswa untuk mendaftarkan anaknya di sekolah ini. Dan dalam menjawabi kebutuhan orangtua terutama minta siswa baru yang diterima sesuai dengan Komli yang ada di SMKN 5 Kupang. Itu artinya kesiapan fasilitas dan sarana prasarana (Sarpras) sebagai bahan ajar di sekolah ini harus juga sudah siap.

“Bagaimana mau terima-terima saja siswa baru sementara tidak ada Jurusan atau Komli. Kemudian peralatan dan fasulitas Sarpras jugatidak dimiliki, lalu saat praktek apa yang mau diajarkan guru. Oleh karena itu kami di SMKN 5 Kupang padat TA 2019/2020 ada tambahan dua Komli baru. Dan ini tentunya ibu kepala sekolah (Kasek) sudah menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam menunjang peralatan praktek. Seperti baru-baru ini ibu Kasek menjalin kemitraan dengan Dealer sepeda motor Yamaha Kupang. Sehingga kami berani bukaKomli Teknis dan Bisnis Sepeda Motor,”pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *