HUNCE : Struktur GEDUNG Bertingkat Kita TEMPEL Saja

Gedung RKB system ‘Suntik’ dari sharing dana Bantuan Pemerintah (Banper) Pusat dan Dana Komite SMKN 5 Kupang tahun anggaran 2018, di bilangan Jl. Nanga Jamal Naikoten 1 Kota Kupang, Timor-NTT. Doc. CNC/marthen radja.  

Gedung baru bertingkat di SMKN 5 Kupang itu dibangun pada tahun anggaran 2018. Sampai hari ini tampakya di lantai dua sudah kelar 100 persen. Akan tetapi kondisinya berbanding terbalik dengan bangunan di lantai satu. Menjadi pertanyaan, pihak siapakah yang harus bertanggungjawab? Berikut nukilanya…

Citra-News.Com, KUPANG – GEDUNG DUA LANTAI di SMKN 5 Kupang yang dibangun tahun anggaran 2018  itu kini kondisinya tengah ‘mangkrak’. Pasalnya, pada lantai duanya telah dilengkapi dengan pintu dan jendela. Sementara di lantai satu kondisinya terbuka atau tanpa ada daun pintu dan jendela.

Melihat fakta yang ada awak citra-news.com mengkonfirmasi Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kadis P dan K Prov NTT), saat ditemui di Gedung 2 DPRD Prov NTT, Selasa 11 Juni 2019.

Dikatakannya, pada Senin, 10 Juni 2019, pihaknya sudah melakukan rapat bersama para kepala bidang dan Sekretaris Dinas P dan K Prov. NTT, bersama dengan  para Kepala Sekolah SMA/SMK khususnya di Kota Kupang. Dalam rapat teknis terkait PPDB ini  saya (Kadis Benyamin,red) tegaskan agar Kabid Dikmen segera menuntaskan urusan pembangunan gedung yang mau dijadikan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMKN 5 Kota Kupang.

Kesiapan fasilitas dan sarana prasarana (Sarpras) sekolah, lanjut dia, adalah hal penting untuk menjawab kebutuhan Rombel (rombongan belajar) di setiap sekolah penerima PPDB TA 2019/2020. Oleh karena itu kepada sekolah-sekolah yang mendapat alokasi dana APBN/Bantuan Pemerintah (Banper) Pusat untuk membangun kebutuhan fasilitas dan Sarpras sekolah harus sudah ready (siap). Sehingga pada momentum penerimaan/PPDB TA 2019/2020 ini, RKB yang ada bisa dimanfaatkan untuk ruang belajar siswa baru, tandasnya.

Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd, Kadis P dan K Prov NTT, saat ditemui awak citra-news.com di Gedung 2 DPRD Prov NTT, Selasa 11 Juni 2019. Doc, CNC/marthen radja.

“Soal RKB di SMKN 5 Kota Kupang sesuai teknis saya sudah perintahkan Kabid Dikmen (Pius Rasi, red) turun lokasi untuk melihat persoalannya. Karena  RKB yang dibangun nantinya dimanfaatkan untuk siswa yang daftar baru. Kalau dikatakan RKB itu sudah selesai  dibangun  namun  belum di-PHO-kan maka hal-hal semacam itulah yang harus diurustuntaskan oleh Kabid Dikmen”,tegasnya.

Sayangnya pernyataan sang Kadis Benyamin itu ibarat membuang garam ke laut, alias sis-sia saja. Karena faktanya hingga berita ini diturunkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas P dan K Prov NTT, PIUS Rasi belum melaksanakan sesuai dengan apa yang dikatakan Kadis Benyamin.

Foto Struktur bangunan dengan tiang penopang gedung bertingkat system suntik (temple). Doc. CNC/marthen radja

Hasil pantauan citra-news.com, gedung lantai 2 yang terbangun di SMKN 5 Kupang ini,  sesungguhnya belum 100 persen selesai pembangunannya. Prasarana yang dibangun dari sumber dana sharing Banper (Bantuan Pemerintah) Pusat dan Dana Komite Sekolah tersebut ‘diakali’ pihak panitia swakelola dibangun type dua lantai. Namun apakah Juknis atau Juklaknya mengatur demikian? Persisnya hanya pihak panitia bersama kroni-kroninya yang tahu.

Mirisnya lagi, gedung yang dibangun dari sharing dana APBN dengan dana Komite sekolah tahun 2018 itu belum di-Project Hand Over/PHO-kan. Dalam hal ini pihak pemberi kerja adalah Kementerian Pendidikan RI melalui pemerintah provinsi, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Senada denga Kadis Benyamin, Anggota Komisi V DPRD NTT, Dra. Kristofora B. Bantang, menyatakan, persoalan RKB di SMKN 5 Kota Kupang diharapkan untuk segera diselesaikan. “Kami dari Komisi V DPRD Provinsi NTT berharap, Sarpras yang sudah dibangun segera dimanfaatkan. Soal prosedure dan mekanisme pembangunannya harus mengikuti aturannya. Pihak Dinas P dan K Provinsi NTT harus menyelesaikanya lebih awal tahun ini sebelum sekolah dimulai,”ungkap srikandi dari PDI Perjuangan ini.

Dinding Lantai Satu Sudah Retak

Ketua Panitia Swakelola Pembangunan Gedung RKB SMKN 5 Kupang, HUNCE Lapa, S.Pd mengatakan, dirinya juga kaget setelah Kadis Benyamin turun Sidak (Inspeksi Mendadak) ke SMKN 5 Kupang.

HUNCE Lapa (kanan), Ketua Panitia Swakelola Pembangunan Gedung RKB SMKN 5 Kupang Tahun Anggaran (TA) 2018 dan Semar Rajakota (kiri), bendahara Dana BOS tahun 2018. Foto saat diwawancarai di Ruang Komli Multimedia. Doc. CNC/marthen radja.

“Saya juga kaget tiba-tiba saja pak Kadis datang ke sekolah hari ini. Beliau juga melihat gedung baru yang dibangun ini. Pak Kadis berharap supaya gedung ini segera di PHO agar bisa dipakai siswa baru di PPDB tahun ini,”ucap Hunce ketika ditemui di ruang guru SMKN 5 Kupang, Senin 17 Juni 2019.

Dia mengakui, gedung yang baru dibangun tahun 2018 ini sesungguhnya hanya satu lantai saja. Namun mengingat untuk kebutuhan kedepannya maka panitia memutuskan untuk membangun lantai dua dengan system temple.

Sehingga seperti yang terlihat di lantai 2, lanjut dia, sudah selesai dan lengkap dengan pintu dan jendela. Instalasi litrik semua sudah termasuk di lantai satunya. Hanya saja dilantai satu belum ada daun pintu dan jendela karena porsinya dananya dari dana Komite sekolah.

Foto tukang bangunan tengah membongkar bagian sisi tembok lantai satu untuk pemasangan tiang temple (tiang penopang) ke lantai dua. Doc. CNC/marthen radja

“Dua RKB yang dibiayai dari dana APBN atau Bantuan Pemerintah (Banper) pusat tahun 2018 hanya di lantai dua saja. Itu dananya sekitar 3 (tiga) ratus juta lebih. Tapi itu nanti bendahara yang tau. Sedangkan pembangunan lantai satunya juga ada dua ruang dari dana Komite sekolah. Juga jumlah besaran dananya nanti di bendahara yang tahu persis,”ungkap Hunce.

Menurut dia, pada tahun 2018, pemerintah pusat memberikan bantuan untuk membangun RKB yang regular. Artinya tidak berlantai dua. Tapi karena kita punya lahan juga sempit maka kita punya ruangan yang ada kita bikin suntik jadinya lantai dua. Untuk strukturnya ditanggung oleh komite di bagian bawah (lantai satu,red).

“Bagian bawahnya kan gedung lama. Gedung yang ada ini kita suntuk saja tiang pancangnya untuk topang ke lantai dua. Jadinya untuk bangun lantai dua dana APBN kita bangun dengan structur temple atau suntuk tiangnya saja,”ucapnya.

Menjawab RKB mana yang harus segera di-PHO-kan, Hunce menyatakan hanya di lantai dua saja. Karena pembangunannya bersumber dari dana APBN atau Bantuan Pemerintah pusat. Yang dimaksud ruang kelas barunya itu di lantai dua saja, tegas Hunce. Nanti akses menuju lantai duanya melalui tangga yang dibangun di luar samping RKB dimaksud.

Lalu bagaimana dengan Komitenya, apakah juga berniat melakukan PHO. Sebab pembangunan itu dalam satu paket, tohok citra-news.com. “Iya memang. Sebenarnya kan gini waktu UNBS (ujian nasional berbasis sekolah) kemarin kita juga sudah pakai. Meskipun daun pintu dan jendelanya belum dipasang,”ungkap Hunce.

Foto besi tiang pancang penopang bangunan lantai dua. Doc. CNC/marthen radja

Sembari menambahkan, gedung baru yang terbangun nantinya multi fungsi. Artinya bisa dipakai untuk ruang kelas dan sesewaktu bisa dipakai untuk rapat-rapat. Karena kitakan tidak punya aula, sehingga sengaja tidak kita bangun tembok pemisah ruangan, tandasnya.

“Kalau soal RKB ini kan seperti yang ditulis citra-news.com bahwa pak Kadis sudah perintahkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen), Pius Rasi dan timnya untuk turun melihat di lokasi. Akan tetapi pak Kadis (Benyamin Lola, red) sudah turun lebih dulu melihat secara langsung kondisinya. Tadinya juga pak Kadis singgung bahwa dalam waktu dekat akan datang Kabid Dikmen yang berwenang untuk melihat langsung,”jelas Hunce.

Tidak berbeda penjelasannya saat ditemui di ruang Komli Mutimedia SMKN 5 Kupang, Sabtu 29 Juni 2019. Menjawab awak citra-news.com,  soal tembok diding di lantai satu sudah pecah dan retak, Hunce menyatakamn hal itu bisa dimaklumi saja. Karena tembok yang ada TIDAK dibangun baru.

“Kita tidak bangun baru tembok  gedung lantai satu. Hanya di lantai dua saja kiota bangun tembok baru. Apalagi musim panas begini pleterannya mulai retak-retak. Karena strtuktut didalamnya dari tembok lama,”kata Hunce.

Lebih jauh dia menjelaskan, dari struktur bangunan awalnya kita hanya temple saja atau suntuk saja tiang pancang penompang lantai dua. Karena dari sumber dana APBN tahun 2018 kita bangun  lantai dua saja. Sedangkan di lantai satu dengan sumber dana Komite Sekolah.

Kalau total besaran dana pembangunannya, tambah Hunce untuk lantai duanya sekitar Rp 300-an juta lebih. Sedangkan lantai satu dari dana komite saya (Hunce Lapa, red) kurang tahu, nanti  persisnya di bendahara.

“Jadi strukturnya kita temple tiang pancang penoipang ke lantai dua. Di lantai satunya kita tidak bobol atau tidak kita robohkan. Temboknya masih utuh. Tiang besi itu kita tembel dari sisi tembok saja untuk dudukan lantai dua”terang Hunce.

Untuk gedung dua lantainya itu, Hunce berulang menjelaskan, ruangan di lantai satu dibangun dengan dana Komite. Meskipun dengan dana yang terbatas tapi bisa dibangun untuk menopang di lantai duanya.

“Tapi prinsipnya kita kita sudah gunakan koq. Lihat saja sekarang pendaftaran PPDB TA 2019/2020 sudah digunakan pantia PPDB,”ucapnya enteng.+++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *