RSUD S.K Lerik Sodorkan ‘Ayo Berubah’ Dengan RESEP Prima

dr MARSIANA Y. Halek ketika diwawancarai awak citra-news.com di RSUD S.K Lerik, Jalan Timor Raya Kota Kupang, Timor-NTT, Senin 05 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Memberikan pelayanan yang responsif, cepat dan tepat, serta ditangani oleh tenaga medis yang professional sudah menjadi hal prinsip di RSUD S.K Lerik Kota Kupang. RESEP prima adalah wujud dari ajakan Walikota Kota Kupang ‘Ayo Berubah’ dalam melayani masyarakat kota. Berikut nukilannya….

Citra News, KUPANG – DIREKTRIS Rumah Sakit Umum Daerah Semuel Kristian Lerik (RSUD S.K Lerik) Kota Kupang, dr. MARSIANA Y.Halek mengatakan pihaknya dalam memberikan pelayanan kepada pasien menganut prinsip ResponsifCepat – dan Profesional (RESEP).

“Mendukung ajakan Walikota Kupang ‘Ayo Berubah’ dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maka RSUD S.K Lerik mematok prinsip pelayanan yang Responsif, Cepat dan Profesional atau dengan tagline RESEP. Sejak awal berdirinya rumah sakit S.K Lerik kami telah menganut prinsip ini. RESEP prima ini harus kami lakukan karena aktivitas pelayanan rumah sakit ini menyangkut nyawa manusia yang utama diselamatkan,”ungkap Marsiana ketika ditemui citra-news.com di ruang kerjanya RSUD S.K Lerik, di bilangan jalan Timor Raya Kota Kupang-Timor, Provinsi NTT, Senin, 05 Agustus 2019.

Diketahui, spirit ‘Ayo Berubah’ yang dikumandangkan Walikota Kupang, JEFRY Riwu Koreh sekaligus mengajak semua OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemerintahan Kota Kupang agar memberikan pelayanan kepada masyarakat (public) yang lebih baik lagi.

“Kami di RSUD S.K Lerik Kota Kupang menterjemahkan spirit ‘Ayo Berubah’ menurut versi kami. Dan ajakan bapak Walikota Kupang ‘Ayo Berubah’ dalam memberikan pelayanan kepada public ini kami mempertegasnya dengan ‘RESEP’ yang kami anut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tuposi) kami di rumah sakit,”kata Marsiana.

Menurutnya, RESEP pelayanan public yang dimaksudkan adalah Respponsif artinya tanggap atau proaktif terhadap apa yang dibutuhkan pasien. Atau dengan kata lain selalu proaktif dan siaga (stand by) selama 24 jam. Berikut Cepat. Factor cepat dan tepat dalam penanganan pasien, ini sangat penting karena menyangkut nyawa manusia. Jika pasien tidak ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin maka bisa berakibat fatal. Dan Profesional artinya setelah mengetahui sakit yang diderita pasien maka sesegera mungkin ditangani oleh tenaga dokter ahli yang sesuai dengan kompetensi atau skill yang dia miliiki.

dr MARSIANA Y. Halek ketika diwawancarai citra-news.com di RSUD S.K Lerik, Jalan Timor Raya Kota Kupang, Timor-NTT, Senin 05 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Tidak ada alasan apapun dari pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien, tegas Marsiana. Harus diingat, pasien yang datang ke rumah sakit SK Lerik adalah warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan yang maksimal atau mendapatkan pelayanan yang prima dari pihak rumah sakit.

“Karena yang kita tangani ini menyangkut nyawa manusia. Hal utama yang harus ada dalam benak para dokter dan tenaga medis atau para medis yang ada di RSUD S.K Lerik adalah menyelamatkan nyawa manusia. Abaikan dulu latar belakang ekonomi pasien. Utamakan dulu pelayanan yang memadai sesuai dengan prinsip RESEP yang dianut,”tegasnya.

Dikatakannya, sejak awal berdirinya rumah sakit S.K Lerik tahun 2009, kita punya obsesi untuk berubah. Dari manajemen pelayanan yang biasa-biasa saja ke model pelayanan yang luar biasa. Sampai sekarang ada perubahan-perubahan yang cukup signifikan di semua lini pelayanan.

“Ada proses dan tahapan-tahapan yang kita lalui dan sudah mengarah pada spirit ‘Ayo Berubah’ di usia kita yang sudah 9 tahun ini (2010-2019, red). Menterjemahkan ajakan ‘Ayo Berubah’ dalam pelayanan public maka melalui ‘RESEP Ayo Berubah’ menjadikan pelayanan kita lebih maksimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”katanya.

Menjawab citra-news.com soal kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas dan sarana/prasarana (Sarpras), dokter Marsiana mengatakan, untuk menuju pelayanan yang lebih baik  (pelayanan yang optimal) sudah tentu membutuhkan kesiapan sumber daya yang juga maksimal.

Oleh karenanya total SDM yang dimiliki RSUD S.K Lerik saat ini sebanyak 343 orang. Kesiapan SDM yang ada ini untuk menangani pasien, baik yang rawat jalan maupun rawat inap. SDM yang ada, sebut dia, terdiri dari 20 tenaga dokter spesialis, 15 dokter umum, 3 dokter gigi, 106 tanaga perawat, dan 45 tenaga bidan. Di luar dari ini adalah tenaga para medis dan pegawai manajemen rumah sakit.

“Kalau jumlah pasien rawat jalan per harinya antara 100-200 pasien. Dan pasien rawat inap rata-rata 200-300 pasien per bulan. Kita juga memiliki sarana prasarana (Sarpras) yang sudah memenuhi rumah sakit Standar Tipe C plus. Dan kita RSUD S.K Lerik ini punya kualifikasi Type C Plus. Dan ke depannya kita terus berupaya untuk meraih klasifikasi Rumah Sakit Type B,”kata Marsiana.

Memiliki Ventilator Canggih Seperti Rumas Sakit di Singapura

Khusus fasilitas dan Sarpras di RSUD S.K Lerik semuanya sudah terakreditasi. Sehingga ditetapkan dengan klasifikasi Type C Plus. Artinya dengan kesiapan SDM serta kelengkapan fasilitas dan Sarpras yang juga sudah standard.

Dokter Marsiana mencontohkan, fasilitas di ruang operasi katarak, RSUD SK Lerik memiliki peralatan operasi yang sama seperti dimiliki rumah sakit Type B. Bahkan peralatan yang ada di rumah sakit klasifikasi type A. Peralatan operasi mata ini namanya VEDCO atau operasi tanpa menggunakan pisau.

RSUD S.K Lerik di Jalan Timor Raya Kota Kupang, Timor-NTT ketika diresmikan Walikota Kupang, JERFRY Riwu Koreh Kamis 01 Agustus 2019. Tampak dr. Marsiana  mendampingi Walikota Kupang dan Ny Helda Riwu Koreh Ke-3 dari kiri) serta Ny Mia Lerik (ke-5 dari kiri). Doc. CNC/marthen radja.

Di RSUD S.K Lerik juga sudah memiliki peralatan ventilator di ruang ICU (Intensive Care Unit) yang sudah canggih. “Ventilator yang kita miliki ini sama seperti yang dimiliki rumah sakit  di Singapura tempat berobatnya mendiang Ani Yudhoyono. Jumlahnya ada 5 unit ventilator,  yang fungsinya untuk bantuan pernafasan ini,”ucapnya.

Sembari menambahkan, peralatan radiologi di laboratorium juga yang berkualitas prima. “Kelengkapan fasilitas di ruang kelas tiga saja sangat representative. Setiap kamar ada 5 (lima) bed, kamar mandi dalam, AC, dan lain-lain yang memberikan kenyamanan bagi pasien”.

Menjawab adanya persaingan antar rumah sakit dalam menggaet pasien, Marsiana mengakui takut dengan bayangan-bayangan yang semu seperti itu.

“Bagi kami kuncinya ada pada pelayanan, yang kami sodorkan RESEP itu. Dan bagi pasien yang sudah terobsesi dengan pelayanan yang memuaskan, nyaman, dan aman maka mau sampai dimanapun keberadaan rumah sakit itu, pasti pasien akan berlabuh kesana. Saya yakin setiap rumah sakit punya pasar tersendiri,”katanya.

Keyakinan ini, menurut dokter Marsiana, diperkuat dengan dukungan 11 Puskesmas yang ada di wilayah Kota Kupang. Sudah tentu pasien dari puskesmas-puskesmas berkualitas di Kota Kupang ini akan merujuk ke RSUD S.K Lerik. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *