Gubernur VIKTOR Sebut VISI-nya Relevan Bambu Runcing

Gubernur NTT VIKTOR Bungtilu Laiskodat (tengah) didampingi JULIE Sutrisno Laiskodat dan ANWAR Pua Geno, Ketua DPRD Provinsi NTT pada HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Istana Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang Sabtu 17 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Gubernur Viktor : Para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan keringat, darah, dan airmata. Walau hanya bersenjatakan bambu runcing para pejuang berhasil mengusir penjajah. Senjata bambu runcing memberikan inspirasi bagi kita untuk memanfaatkan sumber daya dan segala potensi yang ada dan dimiliki rakyat.

Citra-News.Com, KUPANG – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) VIKTOR Bungtilu Lasikodat mengingatkan kepada segenap elemen masyarakat NTT untuk terus bekerja keras membangun kehidupan yang lebih baik, mandiri dan lebih sejahtera. Dalam mengisi kemerdekaan kita harus bekerja lebih keras lagi sehingga bisa menggapai kehidupan yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini.  .

Demikian Gubernur Viktor dalam pidato kenegaraan pada upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Istana Rumah Jabatan Gebernur NTT, Jalan El Tari Kupang, Sabtu 17 Agustus 2019.

Momentum perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan  RI ke-74 berthemakan, SDM Unggul Indonesia Maju harus kita jadikan sebagai peluang untuk merefleksikan kembali sejarah panjang perjuangan bangsa. Perjuangan untuk menggapai kemerdekaan ini bukanlah sesuatu yang mudah. Para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan tetesan darah, keringat dan airmata. Kita harus belajar dari para pejuang dan pahlawan bangsa yang berhasil mengusir penjajah hanya dengan bersenjatakan bambu runcing.

Memang bambu runcing hanyalah senjata tradisional dan sangat sederhana. Akan tetapi para pejuang mampu melumpuhkan lawan meski dengan persenjataan modern sekalipun. Senjata sederhana bamboo runcing ini membuktikan sekaligus menginspirasi kita hari ini maupun generasi mendatang. Bahwa keterbatasan dan ketertinggalan bukanlah sesuatu penghalang untuk kita terus maju.

Gubernur NTT VIKTOR Bungtilu Laiskodat (tengah) didampingi JULIE Surisno Laiskodat dan ANWAR Pua Geno, Ketua DPRD Provinsi NTT (gambar kiri). Gubernur Viktor pose bersama Forkopimda dan peserta Paskibraka pada HUT Kemerdekaan RI ke-74 (gambar kanan) di Istana Rumah Jabatan Gubernur NTT Kupang, Sabtu 17 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

“Kita harus bisa maju dan membawa daerah ini keluar dari kemiskinan, keterbatasan, dan ketertinggalan. Untuk melangkah maju  dimulai dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber daya yang ada dan dimiliki rakyat. Dalam perspektif ini mirip dengan senjata bambu runcing. Ia mempunyai relevansi dengan visi kepemimpinan saya dan Wakil Gubernur bersama seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Yaitu NTT Bangkit NTT Sejahtera,” tegas Gubernur Viktor.

Bangkit sebagai ajakan politik untuk mulai membangun kesadaran bersama, memanfaatkan semua kekayaan sumber daya yang kita miliki. Bangkit sebagai gerakan restorasi (perubahan) untuk menekan sekaligus mengubur sejarah ketertinggalan kita. Daerah NTT sangat kaya dengan potensi sumber daya yang beragam. Kita punya potensi pariwisata yang sangat prospektif. Sektor Pariwisata kita terus galakan sebagai penggerak utama (prime mover) pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Saat ini pariwisata di Pulau Komodo, pemerintah Provinsi NTT terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Agar penatakelolaan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) diserahkan ke Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kita tentunya berharap agar upaya proteksi serius terhadap habitat dan populasi hewan komodo, cagar alam serta ekosistem yang ada di Pulau Komodo terjaga secara baik.

Mengembalikan Kejayaan NTT

NTT juga memiliki hasil laut yang luar biasa. Kita punya hasil ikan, rumput laut, dan garam yang berkualitas internasional. Tahun ini (2019) NTT telah mengukir sejarah baru bahwa untuk pertama kalinya NTT berhasil mengekspor rumput laut ke Argentina sebanyak 25 ton. Hari ini dan ke depan pemerintah NTT juga berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat centra-centra produksi rumput laut. Ini dimaksudkan agar kita terus meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah-langkah besar Pemerintah Provinsi NTT untuk terus menekan angka kemiskinan melalui pembangunan ekonomi juga menebar ke komoditi lainnya. Produksi garam NTT tidak kalah kualitasnya dengan garam Australia. Silih berganti permintaan luar negeri untuk kebutuhan garam berkualitas ekspor. Untuk komoditas garam ini, dalam rencana Presiden JOKOWI pada tanggal 23 Agustus 2019 melakukan launching  perdana garam ekspor dari NTT. Tepatnya dari Desa Nunkurus Kabupaten Kupang, Timor, Provinsi NTT.

Gubernur NTT VIKTOR Bungtilu Laiskodat (tengah) didampingi JULIE Surisno Laiskodat dan ANWAR Pua Geno, Ketua DPRD Provinsi NTT (gambar kiri). Gubernur Viktor pose bersama Forkopimda dan peserta Paskibraka pada HUT Kemerdekaan RI ke-74 (gambar kanan) di Istana Rumah Jabatan Gubernur NTT Kupang Sabtu 17 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Demikian halnya percepatan pembangunan di sektor pertanian, peternakan, dan pembangunan rumah layak huni serta  sector-sektor lainnya. Termasuk pembangunan infrastruktur jalan untuk memperlancar aksesibilitas perekonomian masyarakat. Tidak kalah pentingnya upaya pemerintah memasyarakatkan budidaya tanaman kelor (Marungga). Kata Viktor, Marungga  si ‘pohon ajaib’ ini selain mencegah stunting  dan gizi buruk, tanaman kelor juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pembangunan di bidang peternakan, lanjut Viktor, NTT harus kembali menjadi ‘gudang ternak’ lagi. Terus digalakan pengembangan ternak besar seperti sapi, kerbu, kuda serta ternak babi, kambing, domba, dan ternak unggas. Sektor peternakan selain untuk kebutuhan pasar regional juga kebutuhan nasional bahkan internasional. Khususnya ternak sapi ke depan tidak lagi diekspor atau pengantarpulauan dalam bentuk gelondongan (sapi hidup) Tetapi dalam bentuk daging.

Provinsi NTT juga pada tahun 2019 ini memproduksi minuman berakohol sopi asli produk tradisional ke produk berkelas bernama Sophia. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah provinsi NTT untuk memberdayakan minuman lokal menjadi miuman berkualitas. Sekaligus meningkatkan derajat ekonomi masyarakat. Demikian halnya produksi tenun ikat sebagai hasil kerajinan tangan perempuan NTT yang sudah membudaya di tengah masyarakat pun terus dikembangkan. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *