KORBAN Keracunan di Pesta NIKAH Terus BERTAMBAH

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. EIRENE Ate. Doc. CNC/jor tefa’citra-news.com

Musim kemarau memang kesempatan yang pas untuk membuat pesta sukacita. Apalagi pesta (nikah terutama) karena jadi momentum pertemuan akbar keluarga dan sanak family. Tapi soal higienitas makanan kerapkali terabaikan. Akibatnya menelan korban jiwa.

Citra-News.Com, SOE – KEPALA DINAS Kesehatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT), dr. EIRENE Ate mengatakan korban keracunan di pesta nikah di Desa Se’I Kecamatan Kolbano Kabupaten TTS terus bertambah.

“Memang sejuh ini kami belum mendapat laporan adanya korban yang meningal dunia akibat keracunan. Tapi dipastikan dari 98 korban yang sedang dirawat di beberapa puskesmas jumlah akan bertambah,”ungkap dr. IREN ketika dtemui awak citra-news,com  di SoE, Timor NTT, Selasa 15 Oktober 2019.

Menurut dia, korban keracunan di pesta NikahDdesa Se’i Kecamatan Kolbano TTS, jumlah terus meningkat. Dari data yang ada korban keracunan berasal dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Kolbano. Para korban itu kini dirawat di beberapa puskesmas.

dr. EIRENE Ate. 

Ada  6 (enam)  korban yang lagi dirawat di Puskesmas Panite, sebut Iren. Korban yang lain lagi dirawat di Puskesmas Se’i dan Puskesmas Kolbano.

“Saya sudah perintahkan para medis dan petugas kesehatan dari dinas kesehatan TTS untuk menyisir semua korban keracunan agar mendapat pelayanan dan pemeriksaan. Untuk pelayanan intens kami juga mengirim obat-obatan dan peralatan medis,”tandansya.

Dia menambahkan, terhadap para korban yang ada pihak rumah sakit dan puskesmas akan mengambil sampel dari makanan yang dinikmati di tempat pesta. Ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab keracunan.

“Sejauh ini kami belum ada laporan tentang korban yang meninggal dunia. Semua korban keracunan yang teridentifikasi kini sedang medapat perawatan di tiga Puskesmas. Untujk sementara sudah 98 orang yang diduga keracunan. Apakah keracunan krena makanan atau penyebab lain petugas kami tengah menelusurinya.  Untuk korban besar kemungkinan akan bertambah,”beber Iren. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *