RENDAH Kualitas Tembok LIMA Bangunan Sudah MENGANGA

Bangunan lima unit gedung oleh CV Karya Lipang dan CV Putri Ananda Mandiri di Oe Ekam TTS tahun 2017. Doc. CNC/jor tefa/citra-news.com.

Membangun asal jadi gedung pemerintah bukan hal baru. Padahal anggaran untuk membangunnya sudah memperhitungkan soal mutu. Sayangnya pihak kontraktor pelaksana menyapi lagi agar memperoleh keuntungan lebih besar lagi. Buset!

Citra-News.Com, SOE –  KONDISI tembok di 5 (lima) bangunan milik pemerintah sudah retak bahkan menganga. Dan dipastikan penghuni di dalamnya menjadi tidak nyaman atau merasa terganggu oleh fakta itu. Sebut saja satu unit rumah dokter dan 4 (empat) unit mess yang saat ini dihuni oleh petugas Puskesmas di Oe Ekam Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“Lima unit bangunan yang ada ini baru dikerjakan tahun 2017. Tapi baru dua tahun berjalan tembok bangunan semua pada retak. Bahkan sudah berlubang besar (menganga). Ini tentunya mengganggu kenyamanan penghuni di dalamnya, termasuk saya yang menempati rumah dokter ini,”kata DONATUS Mandut, A.Md, Kep, Kepala Puskesmas Oe Ekam saat dihubungi melalui telpon seluler (handphone), Senin 14 Oktober 2019.

Menurut Donatus, kelima unit bangunan tersebut dikerjakan tahun 2017. Saat ini semua tembok bangunan sudah pada retak semua. Atas fakta ini saya Donatus Mandut, red) sudah menginformasikan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.

“Mendapat informasi ini pihak dinas tahun 2018 sudah turun ke lokasi melihat kondisinya dari dekat. Pihak dinas sudah memanggil CV yang mengerjakan bangunan ini dan sempat ditambal. Sudah ditambal koq sekarang retak lagi. Ini kuat dugaan kalau bangunan ini tidak berkualitas sehingga walaupun sudah ditambal sulam pun dia tetap rusak,”ungkap Donatus.

Tembok dan lantai bangunan retak dan keropos hasil kerja CV Karya Lipang dan CV Putri Ananda Mandiri di Oe Ekam TTS tahun 2017. Doc. CNC/jor tefa/citra-news.com.

Dia berharap pihak dinas kesehatan untuk memanggil segera pihak kontraktor yang mengerjakan bangunan-bangunan yang kini sudah retak dan terus menganga ini. Jika tidak segera diperbaiki maka akan membuat penghuninya merasa tidak tenang dan nyaman.

Salah seorang petugas Puskesmas penghuni mess yang meminta namanya tidak dipublikasikan membenarkan kalau lima bangunan yang ada sudah retak dan terus meluas keretakannya.

“Ini rumah mess yang kami tinggal dan juga rumah dokter, tembok bangunannya retak semua. Kalau hujan disertai angin kencang maka sangat mungkin gedung-gedung ini akan roboh. Ini bukan retak biasa tapi lubangnya semakin melebar dan membesar. Kami yang berdiam di dalam menjadi kuatir dan was-wasan. Kalau ada hujan dan angin pasti ia akan roboh,”tegasnya.

Sembari menyatakan keheranannya kalau bangunan yang baru berusia dua tahun. Tapi kondisinya sudah retak menganga. Ini lantaran membangun dengan tidak memperhatikan kualitasnya. Atau dikerjakan asal jadi saja, tandasnya.

Ternyata Pemkab TTS Masih Hutang

Terkait pembangunan lima unit rumah tersebut, hasil penelusuran citra-news.com menyebutkan ada dua kontraktor yang mengerjakannya. Masing-masing CV Karya Lipang dengan Nomor Kontrak 07.01.3/52.18/X/2017 dan anggarannya sebesar Rp 246.700.000.- Sementara CV Putri Ananda Mandiri pada Nomor Kontrak 07.01.3/5061/X/2019 dengan pagu anggaran senilai Rp 892.000.000.-

BERINCE S.S Yala, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten TTS 

“Besok (Rabu 16 Oktober 2019, red) kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS  akan turun  langsung ke lapangan untuk mengecek kondisinya. Memang bentul bangunan yang ada itu dikerjakan pada tahun 2017 oleh kontraktor yang berbeda. Yaitu oleh CV Karya Lipang dan  CV Putri Ananda Mandiri,”terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. EIRENE Ate melalui Sekretaris Dinas, BERINCE S.S Yalla.

Bahkan mengangetkan awak media ini bahwa dua kontraktor ini belum dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (Pemkab TTS). Bangunan tersebut dibangun tahun 2017 dan di kerjakan oleh dua kontraktor, tergasnya berulang.

Rumah dokter dibangun oleh CV. KARYA LIPANG, dengan besar anggaran senilai Rp 246.700.000.- Dan bangunan Rumah Paramedis dikerjakan oleh CV. Putri  Ananda Mandiri dengan anggaran Rp. 892.000.000.

“Memang dua kontraktor yang sudah selesai kerja itu belum dibayar sampai sekarang. Tapi besok setelah kami cek ada kerusakan tembok dan bagian lain-lain bangunan maka kami minta CV yang mengerjakan bangunan itu untuk memperbaikinya,”ucapnya enteng. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *