PLN Cabang SOE Dinilai DISKRIMINATIF Layani Publik

HELZRON Lobo ketika ditemui awak citra-news.com, Selasa,05 November 2019. Doc. CNC/jors tefa-Citra News

Dengan menganakemaskan 22 pelanggan PLN oleh CV Ariston dinilai sangat diskriminatif dalam memberikan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. Tapi publik jangan cepat memvonis demikian, karena ada prosedur yang yang harus dilalui konsumen.

Citra-News.Com, SOE – PELAYANAN akan kebutuhan listrik bagi masyarakat menjadi kewajiban PLN. Namun kerap ditemukan di masyarakat ada yang tidak sesuai harapan. Seperti halnya dialami 88 pelanggan (konsumen) listrik  di Desa Nunuhkniti Kecamatan Fautmolo Kabupaten Timor Tengan Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ada 88 pelanggan baru yang sudah terdaftar di PLN Cabang SoE, sejak Juni 2019. Tapi sampai saat ini meterannya belum terpasang. Waktu itu kami mendaftar melalui CV Cahaya Telaga Pratama. Sedangkan sekitar 22 pelanggan yang mendaftar di CV Ariston meteran listrik sudah digantung dan malahan sudah menikmati cahaya lsitrik. Ini sangat diskriminatif,”tulis ANTON Lao melalui pesan WhatsApp (WA).

Anton juga menulis, 88 pelanggan ini mendaftar hampir bersamaan waktu dengan 22 pelanggan lainnya pada bulan Juni  2019. Hanya berbeda pihak yang melayani pendaftaran pelanggan. Ke-88 pelanggan mendaftar pada PT Cahaya Telaga Pratama sedangkan 22 pelanggan lainnya mendaftar di CV Arsiton.

Tapi anehnya  ke-22 pelanggan itu sudah terpasang meteran listrik ketika disurvey. Sementara 88 pelanggan belum dipasang meteran listrik sampai dengan saat ini. Sehingga kami menduga, pihak Cabang PLN SoE menganaktirikan pelanggan yang mendaftar melalui PT. Canaya Telaga Pratama. Dan menganakmaskan pelanggan yang mendaftar melalui CV Ariston.

“Cobalah pihak PLN berlaku adil karena kita punya hak dan kewajiban yang sama. Pihak PLN wajib memberikan pelayanan yang sama, jangan bertindak diskriminatif,”ungkap Lao.

ANTON Lao

Bagian pelayanan pelanggan PLN Cabang SoE , HELZRON Lobo ketika ditemui awak citra-news.com di ruang kerjanya, Selasa,05 November 2019, membenarkan kalau warga Desa Nunuhkniti mendaftar di dua nama perusahaan yang berbeda-beda. Yang satunya pada PT Cahaya Telaga Pratama dan yang satunya lagi pada CV Ariston.

Menjadi alasan utama sehingga sampai sekarang ke 88 pelanggan  yang dilayani oleh PT. Cahaya Telaga Pratama belum ada pemasangan meteran listrik, jelas Lobo, itu sebabkan karena data survei dari 88 pelanggan belum lengkap.

“Ke 88 pelanggan ini datanya belum lengkap sehingga meteran listriknya belum digantung. Sedangkan pelanggan dari CV Ariston meteran listriknya sudah digantung karena semua data surveinya sudah lengkap. Kalau data surveinya sudah lengkap maka otomatis meterannya pasti digantung,”tandasnya.

Tapi bersyukurlah, ungkap Lobo, karena PT.Canaya Telaga Pratama sudah melengkapi data surveinya. Dan dalam beberapa hari ke depan meteran listrik akan segera digantung. Pelanggan supaya bersabar saja. Karena orang yang sabar itu ada kemurahan rezekinya. Dalam pekan-pekan ini listrik pasti rumah. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *