PT GULF MANGAN GRUP Beri Bukti Bukan JANJI

Boni : Dengan terbangunnya pabrik pengolahan mangan (smelter) di Kawasan Industri Bolok (KIB) Kupang, adalah bukti kalau ada keseriusan dari pihak Gulf Mangan Corporation Limited/Ltd membangun NTT. Itu artinya PT Gulf Mangan Grup mampu memberi Bukti dan BUKAN sekadar Janji belaka.

Kupang, citra-news.com – KEPALA Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Nusa Tenggara Timur, Boni Marisin mengatakan, setelah mengantongi Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP OPK) PT Gulf Mangan Grup (Gulf Manganese Corporation Ltd) langsung membangun pabrik smelter mangan.

“Memang ini yang kita tunggu dan nanti-nantikan. Karena selama ini ada banyak perusahaan yang bergerak di sector pertambangan terutama mineral galian mangan. Setelah mengantongi IUP mereka berjanji akan melaksanakan pekerjaan tapi tidak direalisasikan. Berangkat dari pengalaman ini kami yakin PT Gulf Mangan Grup tidak asal janji tapi sudah memberi bukti. Faktanya perusahaan ini sudah membangun pabrik smelter,”kata Boni.

Kepada citra-news.com  di ruang kerjanya, Jumat 3 Agustus 2018 Boni mengatakan, NTT yang kaya dengan sumber daya mineral bila dikelola secara baik maka berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya PT Gulf Mangan Grup yang sudah serius membangun pabrik smelter mangan di Kawasan Industri Bolok (KIB) Kupang, maka harapan masyarakat untukmengapai kesejahteraan itu bisa terwujud.

Manfaat ganda (multiplier effect) yang menguntungkan masyarakat NTT, sebut Boni, diantaranya penyerapan tenaga kerja lokal. Baik untuk bekerja di pabrik pengolahan mangan (smelter) dan juga terserap di perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan PT Gulf Mangan Grup (GMG).

Keuntungan lainnya bagi pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) adalah ada penerimaan negara dalam bentuk bukan pajak  (PNBP). Baik dalam bentuk rell range eksplorasi, produksi dan royaltisnya sendiri. Sehingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ini dari dana bagi hasil juga mendapat porsi yang besar bagi pemerintah provinsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang pembagian dana bagi hasil.

Untuk lebih meyakinkan masyarakat akan pentingnya PT GMG membangun pabrik smelter, menurut Boni, sesuai Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) khususnya untuk mineral logam jenis bahan galian mangan, maka HARUS ada SMELTER. Tujuannya agar bahan galian mangan itu tidak diekspor bahan mentah atau row material. Bahan mineral itu harus diolah terlebih dahulu menjadi bahan setelah jadi sebelum diekspor.

Nah, dengan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu (smelter) sebelum hasil mangan diekspor maka terimplisit di dalamnya akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya. Baik yang bekerja di pabrik pengolahan mangan maupun sebagai penyedia (suplay) bahan material mangan (row material/bahan mentah). Juga tenaga kerja yang bekerja di bagian ekspor. Artinya ada banyak tenaga kerja NTT yang terserap di masing-masing bagian pekerjaan yang ada di PT GMG, jelas Boni.

Sembari menambahkan, fakta miris dari pengalaman sebelumnya membuktikan banyak perusahaan mangan setelah mengantongi ijin usaha bahan galian mangan (row material) langsung diangkut keluar NTT. Itu berarti tenaga kerja yang terserap di dalamnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP OPK) seperti yang dimiliki PT GMG.

Lebih jauh dijelaskan Boni, kalau dulu banyak perusahaan mangan hanya mengantongi IUP dan masih tunduk pada kewenangan yang masih melekat di pemerintah kabupaten/kota (Terkait UU No.23 tahun 2009 tentang otonomi daerah). Akan tetapi kemudian kewenangan itu dialihkan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Dari kewenangan yang ada maka pemerintah provinsi kemudian menata kembali bahwa semua produksi bahan Minerba khususnyan mangan, sebelum diekspor harus dioleh terlebih dahulu (smelter). Artinya perusahaan-perusahaan lain yang tadinya telah mengantogi IUP bisa memperbaharui ijin usaha itu. Untuk kemudian bisa melakukan kerjasama dalam hal produksi row material mangan dengan PT Gulf Mangan Grup. Kehadiran PT Gulf Mangan Grup juga memacu investor lain untuk membangun usaha lain berkaitan dengan Minerba mangan dan bahan logam lain,”jelas Boni.

Boni juga berharap kepada semua pemangku kepentingan dan stakeholder yang ada kaitannya dengan bidang ESDM (Energy Sumber Daya Mineral), bidang mineral dan batu bara (Minerba) dan stakeholder yang ada bisa melaksanakan kegiatannya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Seperti dalam hal hak dan kewajibannya bisa sejalan. +++ cnc1

Gambar : Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Robert Simbolon, MPA didampingi Kepada Dinas ESDM Provinsi NTT, Boni Marisin (kiri) pada acara pengresmian Pabrik Smelter Mangan di Kawasan Industri Bolok, 20 Juli 2018. Doc. marthenradja/CNC

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *