LIGA Bola Memupuk Spirit KEBERSAMAAN Diantara Perbedaan

Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli.

Menggelar even olah raga memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Salah satunya menjalin kekerabatan diantara kelompok masyarakat. Karena olah raga tidak mengenal sekat perbedaan yang ada.

Citra-News.Com, ADONARA – WAKIL BUPATI (Wabup) Flores Timur, AGUSTINUS Bolli mengingatkan masyarakat agar hidup berdampingan satu dengan yang lainnya. Menjaga persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Walau kita berbeda suku dan agama, atau ras tapi kita tetap satu dan utuh dalam bingkai NKRI. Kita berbeda-beda tetapi tetap satu (the unity of diversity). Hendaknya kita punya pandangan yang sama bahwa perbedaan itu merupakan kekayaan bersama,”tegasnya.

Wabup Agus mengatakan hal ketika ketika membuka Liga Bola SMPN Ileboleng Cup di Desa Nelelamawangi Kecamatan Ileboleng Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (Flotom NTT) beberapa waktu lalu.

Diktehaui, ada tiga turnamen di Liga Bola ini, masing-masing turnamen SMPN Ileboleng Cup, PAMRI Cup di desa Riangduli Kecamatan Witihama, dan Liga Waiwadan perebutan Piala Wakil Bupati Flotim di desa Waiwadan Kecamatan Adonara Barat

Menurut pasangan Bupati Anton Hadjon ini ada 234 klub yang ikut berlaga di tiga turnamen (Liga) Bola. Termasuk pertandingan Futsal dan bola volley. Untuk pertandingan bola volley masing-masing digelar di desa NihaOne Kecamatan Ileboleng dan Desa Saosina Kecamatan Adonara Timur. Dan pertandingan Futsal digelar masing-masing di Desa Bungalawan Kecamatan Ileboleng; Desa Lamahalajaya di Kecamatan Adonara Timur; Desa Lamapaha Kecamatan Klubagolit; dan Desa Pledo Kecamatan Witihama.

Dana yang masuk sebagai pendapatan sekitar Rp 7 miliaran. Sejumlah pendapatan ini, jelas Wabup Agus, diperoleh dari semua turnamen masing-masingnya sekitar Rp 1,5 miliar. Yakni dari karcis penonton dan bea parkir kendaraan.  Ditambah dengan transportasi untuk penonton sekitar Rp 1 miliaran. Serta penjualan makanan dan minuman yang bisa meraup keuntungan sekitar 5 miliaran. Ini sesuatu yang luar biasa bukan?, ujarnya retoris.

Tidak Sekadar Buka Tutup Kegiatan

Menepis isu kalau Wakil Bupati kerjanya hanya sekadar buka tutup kegiatan olahraga, Agus Bolli pun angkat bicara. Dia menegaskan bahwa kehadirannya tidak sekadar membuka  atau menutup kegiatan. Tapi melalui Liga Bola mau  membuktikan bahwa kegiatan olahraga menjadi momentum memupuk kebersamaan dari perbedaan yang ada. Karena dalam olahraga tidak mengenal sekat perbedaan.

Disamping menyaksikan kebersamaan yang terbalut dalam Liga Bola ini, lanjut dia, tapi juga saya (Wabp Agus Bolli, red) mau mengecek sejauhmana dampak ikutan dari kegiatan ini. Untuk mengetahui kira-kira bagaimana perputaran ekonomi atau multiplier effect  dari event ini.

Dikatakannya, dari laporan panitia menunjukkan bahwa perputaran uang dalam sekali event bisa mencapai 7 (tujuh) miliaran rupiah. Ini sesuatu yang luar biasa. Dan event ini sekaligus menggairahkan ekonomi masyarakat.

“Perputaran ekonomi masyarakat menggairahkan dan sangat menguntungkan masyarakat. Bisa dibayangkan warga yang menjual kopi, rokok, minuman ringan, dan makanan diperkirakan bisa mengantongi keuntungan. Itulah salah satu cara pemerintah membantu masyarakat,” tandasnya.

Hal penting yang bisa dipetik dari event Liga Bola ini, tambah dia, bahwa event ini tidak saja menjadi sarana hiburan masyarakat. Namun juga mencetak atlit-atlit berbakat. Jadi tidak sekadar silaturahmi social tapi sudah bergeser ke arah lokomotif ekonomi.

“Event serupa ke depannya perlu dikemas secara baik. Terpenting tetap dijaga sportivitas dan kebersamaan dalam bertanding perlu dijaga serta hindari kerusuhan. Melalui olahraga mari kita memupuk spirit kebersamaan dari perbedaan yang ada,”harap Agus. +++ citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *