Janji Manis Disdik NTT Lumpuhkan Semangat Kerja Guru HONDA

Laporan : Armando WS/cnc

Editor : marthen radja

 

Pengalihan kewenangan urusan penanganan pendidikan tingkat SMA/SMK ke pemerintah provinsi, pada kenyataannnya telah menciptakan seabrek masalah. Salah satu masalah pelik adalah gaji para guru honor daerah (Honda) dan guru kontrak tidak dibayar oleh pihak Dinas Pendidikan.  Bila gajinya tidak dibayar maka praktis akan melumpuhkan semangat kerja guru. Buntutnya, hasil belajar siswa baik secara kuantitas juga kualitas akan melorot jauh dari harapan orangtua siswa.

 

Maumere, citranews.com – KEPALA Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi NTT, Yohanna Lisapaly, SH beberapa waktu lalu menyatakan, pihaknya akan segera membayar semua gaji guru honor SMA/SMK di beberapa daerah yang selama ini masih tertunggak.

Pernyataan sang Kadis Pendidikan NTT ini laksana jauh panggang dari api. Atau lain perkataan lain kenyataanya. Pasalnya, para guru Honda tingkat SMA/SMK di kabupaten/kota di NTT tidak dibayar pihak dinas pendidikan. Sedikitnya sekitar 200-an guru Honda di beberapa SMA/SMK se-Kabupaten Sikka sudah 4 (empat) bulan ini gaji mereka tidak dibayarkan pihak dinas.

“Janji manis Kadis Pendidikan NTT ini hanya enak didengar. Dia hanya pandai berkata-kata (lip service) saja. Atau lain perkataan lain perbuatan nyata. Faktanya sudah empat bulan terhitung Januari sampai dengan April 2018, gaji kami seperti yang dijanjikan tidak juga kami terima. Sehingga praktis semangat kami untuk mengajar menjadi surut. Dan ini akan berdampak negative terutama pada hasil prestasi yang diterima para siswa,”ungkap Egenius.

Dengan tidak menyebut identitas di SMK mana dia mengajar, kepada citra-news.com guru Egenius menjelaskan, semenjak pengalihan kewenangan urusan pendidikan tingkat SMA/SMK oleh pemerintah provinsi, nasib para guru Honda pun tidak menentu. Sehingga praktis saja ada banyak guru Honda di beberapa kabupaten/kota di NTT melakukan aksi demonstrasi. Mereka menuntut agar Dinas Pendidikan Provinsi NTT segara melakukan pembayaran.

“Iya sama nasib kami guru Honda di Kabupaten Sikka ini juga tidak tentu. Karena secara ekonomi kami mengalami goncangan hebat. Bayangkan kami tidak pernah terima gaji berbulan-bulan. Jika sebulan kami tidak terima gaji masih kurang terasa. Tapi sudah dua bulan apalagi empat bulan, bisa dibayangkan bagaimana ekonomi rumah tangga para guru Honda. Itu yang tidak dipertimbangkan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Pihak dinas hanya main janji tanpa kenyataannya,”papar Ege.

Untuk menjaga keseimbangan kehidupan rumah tangga, lanjut Ege, para guru Honda harus harus pijam kiri-kanan dan keluar masuk lembaga koperasi, hanya ingin agar dapur rumah kami terus berasap. Harapannya bila saatnya terima gaji maka bisa terlunaskan semua hutang piutang yang terjadi selama ini. Jadi istilahnya ‘gali lubang tutup lubang’.

Kami koq heran, demikian Ege, waktu saya dan teman-teman menanyakan ke Disdik NTT via short message service (SMS) mereka mengatakan, dalam waktu dekat uang akan dicairkan. Tunggu saja. Hal yang sama saya (Ege) kembali menagih janji itu. Jawabnya sama dari Disdik NTT, kalian  tunggu saja. Kami sedang menghimpun data.

Kepada anggota DPRD NTT asal Kabupaten Sikka juga kami sudah berulamngkali keluhkan, tambah Ege. Hasilnya nihil juga. Bahkan hampir semua anggota DPRD NTT dari Kabupaten Sikka, sebut Ege, diantaranya Leo Lelo, Eman Kolfridus, dan Oswaldus semuanya kami sampaikan keluh kesah kami.  Tapi apa janji dan harapan yang para dewan yang terhormat ini berikan? Nanti kami akan melanjutkan ke pihak dinas pendidikan provinsi.

“Ini kalau pihak Disdik NTT dan anggota DPRD beri harapan dengan janji manis dan pake PT AKAN begini, iya sulit juga. Anggota Dewan turun ke daerah dengan kepentingan politik yang semestinya menjawabi tuntutan kebutuhan rakyat. Tapi malah berupa janji-janji yang tidak pasti juga. Sementara  tuntutan hidup terus berjalan,”keluh Ege.

Terkait guru honor pada kesempatan terpisah anggota DPRD NTT, Emanuel Kolfridus kepada citra-news.com mengatakan, dalam rapat gabungan komisi menurut Kadis Pendidikan Provins NTT (Yohanna Lisapali) bahwa bagi guru honor provinsi sedang diproses pembayaran honorarium mereka dalam waktu dekat.

Sedangkan soal permintaan gaji guru SMA/SMK dibayar dibawah tanggal 5 dalam setiap bulan belum bisa dipenuhi. Hak mereka dipenuhi dibawah tanggal 10 setiap bulan. +++mof/cnc

 

Gambar : Insentif tak kunjung cair ratusan guru honorer lakukan aksi  demonstrasi (doc. CNC/ web)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *